"Adoh! Kok dicubit sih?" protes Arvin tidak santai.
"Abang ngapain senyum-senyum begitu?"
"Yah, masa senyum nggak boleh?"
Haifa mengalihkan pandangannya menatap luar jendela, entah kenapa ia ingin menangis.
-HAIFA-
13 Oktober 2018
Mohon maaf sebagian cerita sudah dihapus untuk kepentingan penerbitan. More information on instagram:
(at) aksaraplus
(at) ariskakhurnia
KAMU SEDANG MEMBACA
SEQUEL HAIFA ON PROCESS
EspiritualADA SEQUEL HAIFA BACA YUK! [TELAH TERSEDIA DI GRAMEDIA DAN TOKO BUKU LAINNYA] BLURB VERSI WATTPAD Di balik buku yang menutupi sebagian wajahnya, Haifa mengamati dalam diam setiap tingkah laku Arvin. Bagaimana laki-laki itu berbicara dan tertawa, sem...
