[6] Hold On

24 9 0
                                        

He should has kissed me, but he didn't. Man, he's suck.

Zamia Floridana▪

***

Mia sedang berada di pelataran sekolah Azolla. Ya, Mia kembali ke rutinitasnya seperti biasa setelah menghabiskan akhir pekan yang sedikit berkesan bersama Zayn.

"Kujemput jam 11, benar?"

"Yap. Dan setelah itu jangan lupa untuk pergi ke suatu tempat yang seharusnya kita datangi kemarin." sindir Azolla.

Sebenarnya, kemarin Minggu, Mia telah berjanji kepada Azolla untuk pergi berbelanja di supermarket. Tapi dikarenakan Zayn mengajaknya minum kopi, Mia menunda dulu rencananya itu yang membuat Azolla sedikit kecewa.

"Kau masih kesal padaku, ya?" tanya Zamia.

"Ya. Sedikit. Tapi, lupakan saja. Aku mengerti."

Mia tersenyum puas. "Jadi, aku dapat maafmu?" tanyanya sambil menatap Azolla penuh harap.

"Tidak semudah itu." Azolla memeletkan lidahnya kepada Mia yang dibalas oleh Mia dengan menarik hidung adiknya gemas.

"Apapun, asal aku dapat maafmu."

Azolla tersenyum jahil dan berbisik. "Aku ingin kau membuat Zayn mengantarkanmu ke tempat kerja. Kulihat sedari tadi Zayn memandangimu tanpa berkedip."

Mia baru menyadari keberadaan Zayn sekitar 10 meter di belakangnya yang sedang berjalan ke arahnya sambil menggandeng tangan Alan.

"Um. Hai Zayn. Hai Alan." sapa Mia kepada kakak beradik itu saat telah sampai dihadapannya dan Azolla.

"Hai Mia. Sepertinya aku dan Azolla harus segera masuk kelas." pamit Alan yang langsung menghampiri Azolla.

"Alan benar." Azolla mengiyakan.

Azolla dan Alan segera berjalan ke arah kelas mereka sambil bergandengan tangan menyisakan Mia dan Zayn yang saling terdiam.

"Biarkan aku mengantarmu."

Mia diam saja. "Tidak usah khawatir. Kita ajak sepedamu juga." jelas Zayn.

Mia mengusap belakang lehernya gugup sedangkan Zayn terkekeh melihatnya.

Mia mengangguk. "Oke."

Keduanya pun masuk ke dalam mobil Zayn. Tidak. Zayn tidak membukakan pintu untuk Mia seperti di opera sabun murahan dimana seorang pria akan membukakan pintu mobil untuk wanitanya.

Mia memasang seatbeltnya terlebih dahulu sementara Zayn sedang memasukkan sepeda Mia ke dalam bagasi.

Zayn menyandarkan kepalanya ke jok mobil sejenak.

"Zayn, serius? Range Rover?" tanya Mia takjub. Bagaimana Mia tidak takjub? Range Rover Black Edition? Setahu Mia, Rover ini mematok harga lebih dari US$100.000.

"Begitulah. Ayahku membelikannya untukku saat ulangtahunku yang ke 18."

"Kau suka Coldplay?" tanya Zayn sambil mengambil flashdisk di dalam dashboard mobilnya.

"Paradise, please." pinta Mia.

Zayn tersenyum kecil. "Oke. Paradise."

Zayn memutar lagu yang diinginkan Mia. Setelah itu, Zayn menancap gas.

•••

"Terimakasih, Zayn." ucap Mia tulus.

"Bukan masalah. Oh ya, aku ingin mengajakmu ke British Library, kalau kau tidak keberatan."

Little ThingsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang