Nun sederhana, selembar kertas dengan corak yang tak begitu memikat. Dalam hati, rindu selalu tumbuh setiap harinya, langit sebagai perantara atas doaku yang ingin memuliakanmu.
\Alek Wahyu Nurbista Lukmana/

KAMU SEDANG MEMBACA
Untaian Rindu dan Selamat Tinggal
RandomTanpa perjumpaan, rindu senantiasa tertanam bersama indahnya kasih sayang, menikmati waktu yang menampung jeda, dalam doa di ujung penantian. \Alek Wahyu Nurbista Lukman/
Perantara kesebelas
Nun sederhana, selembar kertas dengan corak yang tak begitu memikat. Dalam hati, rindu selalu tumbuh setiap harinya, langit sebagai perantara atas doaku yang ingin memuliakanmu.
\Alek Wahyu Nurbista Lukmana/