Kekasih, aku selalu menatap malam dengan penuh rasa sepi
Anganku jatuh dan mimpiku pudar
Kapan rindu ini akan bertemu?
Menatap senyum di wajahmu
Mengucap cinta pada bibirmu
Menata hati untuk aku diami selama waktu masih bersamaku
Kasih sayang teramat dalam
Hingga nafas tak lagi mampu untuk aku redam
Jiwa bergetar yang tiada lagi detak
Dalam masa indahku bersamamu
Dalam pelukmu, wanita terindahku.\Alek Wahyu Nurbista Lukmana/

KAMU SEDANG MEMBACA
Untaian Rindu dan Selamat Tinggal
RandomTanpa perjumpaan, rindu senantiasa tertanam bersama indahnya kasih sayang, menikmati waktu yang menampung jeda, dalam doa di ujung penantian. \Alek Wahyu Nurbista Lukman/