Tatkala suara tak mampu mencapai hasrat
Raga yang tak lagi berbaur dengan gedung bertingkat
Tatapan yang tak menjadikannya haru atas segala kesusahan
Jiwa yang tersentuh dan kembali bersama iringan doa.\Alek Wahyu Nurbista Lukmana/

KAMU SEDANG MEMBACA
Untaian Rindu dan Selamat Tinggal
RandomTanpa perjumpaan, rindu senantiasa tertanam bersama indahnya kasih sayang, menikmati waktu yang menampung jeda, dalam doa di ujung penantian. \Alek Wahyu Nurbista Lukman/
Untaian kesembilan
Tatkala suara tak mampu mencapai hasrat
Raga yang tak lagi berbaur dengan gedung bertingkat
Tatapan yang tak menjadikannya haru atas segala kesusahan
Jiwa yang tersentuh dan kembali bersama iringan doa.\Alek Wahyu Nurbista Lukmana/