Drabble, Flashfiction, Ficlet, Vignette, Oneshot
Main cast : KRIS Wu Yi Fan
Beberapa cerita tentang Kris, si naga berharga yang terbang tinggi menuju Galaxynya
"Happy Father's Day!" teriak Joanna histeris ketika Kris baru membuka pintu rumah.
"Father's Day sudah lewat," Kris menoyor pelan kepala Joanna.
"Kalau begitu Happy Birthday."
"Ulang tahunku juga sudah lewat," Kris merotasikan bola matanya malas. Pasalnya ulang tahunnya memang sudah berlangsung dua minggu lalu. Dan gadis di depannya ini bisa dibilang terlambat jika memang dia berniat datang untuk merayakan itu.
"Masa bodoh," sahut Joanna sambil melangkah masuk tanpa dipersilakan.
"Kau mau apa kesini?" tanya Kris, sebenarnya dia cukup terkejut dengan kedatangan Joanna -- mantan pacarnya -- yang tiba-tiba.
"Mengucapkan selamat hari ayah," Joanna tetap bersikeras, dia membuka kardus cake caramel yang dia bawa.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kubilang hari ayah sudah lewat dan lagi aku bukan ayahmu," goda Kris.
Joanna mempoutkan bibir sambil tetap bergelut dengan kardus cakenya.
"Aku menganggapmu ayah angkatku," gumamnya sambil mengeluarkan pisau plastik untuk mengiris cake. "Orang-orang di luar sana terus membicarakan tentang perayaan hari ayah, bertanya apa makna ayah bagiku juga. Kujawab aku tidak tahu, aku tidak punya kenangan baik dengan ayahku. Jadi aku memutuskan mendatangimu, aku akan membuat kenangan indah denganmu saja."
Kris tersenyum tipis. Dia pernah mengalami hal serupa dulu. Pernikahan orang tua Kris gagal dan dia tinggal bersama ibunya, jadi dia juga merasa tidak nyaman setiap kali anak-anak di sekitarnya merayakan hari ayah. Joanna? Gadis itu tidak berbeda jauh. Dan bahkan sejak mereka masih menjadi sepasang kekasih, selain sebagai pacarnya, Kris banyak berperan sebagai ayah dan kakak lelakinya sekaligus.
"Ya sudah rayakan denganku saja," Kris beranjak berdiri, berniat mengambil piring kecil di dapurnya.
"Kau mau kemana?"
"Dapur, kita perlu piring untuk cakemu."
Beberapa menit kemudian keduanya mulai berbicara panjang tentang banyak hal. Joanna lebih sering bertanya, tentang pacar Kris yang sekarang, pekerjaan Kris yang baru dan banyak lagi. Kris menjawab semuanya dengan sabar hingga dia menyadari satu hal.
Joanna terlihat terlalu bahagia.
Sangat!
Hingga kalimat itu meluncur begitu saja dari bibir Kris.
"Kau sedang jatuh cinta ya?" tebak Kris.
Seketika wajah Joanna bersemu merah. Samar sebenarnya, tapi bukan Kris jika dia tidak peka. Tawa Kris menggema, merasa tebakannya tepat sasaran.
"Siapa? Katakan padaku siapa yang akhirnya menggantikan posisiku. Siapa lelaki yang membuatmu rela pergi mendatangiku tiba-tiba di akhir pekan seperti ini."