Kembali seperti biasa, hari ini cukup banyak mahasiswa yang memesan makanan di kantin, memang ada beberapa mahasiswa yang lebih memilih makan di luar kampus untuk dapat makanan yang murah.
"Rame busyet, cape gue mondar mandir dari tadi." Gue ngeluh.
"Baru segitu aja lu ngeluh, ini baru masuk ke tahap dewasa." Anggi lewat sambil ngasih gue wejangan.
"Iya iya, cebol." Ledek gue.
"Kurang ajar lu."
"Kak." Merasa terpanggil gue pun ngeliat dan ternyata dia cowo yang pake kemeja kotak kotak kemarin, hari ini dia...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Itulah penampilan dia hari ini.
"Iya, mau pesen apa ?" Ucap gue dengan nada datar, bener gue gak bisa ramah.
"Nasi pake ayam bakar terus minumnya fanta jeruk dingin ya, kak." Ucapnya. Gue nulis pesenannya.
"Oke kak, tunggu di meja ya." Ucap gue.
Pertama kali gue denger suaranya, bener bener bikin hati bergetar walaupun gue gak berani natap matanya.
Duduk di meja nomor 2 dari kasir, gue bisa ngeliat dia dari jarak deket. "Mas Willis, kok ada di sini sih lo." Gumam gue.
Di meja itu beberapa buku terbuka, orang itu yang gue sebut mas Willis, dia lagi menyalin catatan temennya yang ada di depannya. Waktu gue ngasih pesanan, dia menggeser beberapa buku untuk tempat pesanan.
Dia tidak tersenyum ataupun berterima kasih, gue juga gak butuh itu. Gue ngeliat ke sekitar, beberapa orang terlihat bertingkah konyol dan ketawa bareng temen temennya. Berbeda sama mas Willis kw ini, dia cuma bicara sekali sekali sama temennya tanpa ketawa, cuma senyum aja. Senyumnya pun sangat langka buat di liat.
Gue balik ke meja kasir dan cuma bisa ngeliat mas Willis kw itu dari belakang. Gue gak tau dia jurusan apa, dan juga gak keliatan dia dari jurusan apa, yang pasti dia anak teknik karena berkeliaran di fakultas teknik.
Gue suka mandangin dia dari arah mana aja, gue ngerasa deket walaupun kita gak kenal. "Liat apaan lu, mas Willis kw." Anggi nepok bahu gue.