9. Kegiatan Sekolah (2)

38 9 7
                                    

Suara dentuman begitu keras mengebrak pintu kamar mandi yang sontak mengagetkan Bagas.

"Sial bikin kaget aja, gua lagi cuci muka!" gumamnya dengan wajah penuh sabun.

Semilir angin malam membuat Bagas bergidig dan segera menyudahi semuanya dan kembaoi kekelas.

(koridor)

Terlihat seorang yang duduk, diam seaman tertidur pulas. Ternyata, penjaga sekolah. Bagas terus berjalan. Suasana kelas ramai membuatnya tenang.

"Geng? ini makanan belum sampe?"

"Belom, main game you, gabut nih"

"Ah elu, game apaan?" Farraz memgerutkan dahi.

"Second rules game!" tegas Zeni dengan senyuman.

"Wild things sekali anda Zeni" Bagas tertawa, mendengar saran Zeni.

"Baiklah, oke oke"

semuanya duduk melingkar, memegang tangan kawannya masing-masing. Tangan kiri bertumang dikanan dan sebaliknya. Kertas mulai diputar kearah jarum jam. Saat nyanyian berhenti kertas harus sudah tersembunyi. Lagu yang dinyanyikan adalah lagu bebas apapun itu agar semua dapat bernyanyi. Jika salah satu dari mereka tak tau dimana kertasnya maka peraturan kedua harus dikelurkan. Orang yang gagal diminta membayangkan sesuatu yang seram lalu ceritakan pada jika seluruh teman merasa takut maka dia menang. Jika tak ada yang takut maka dia kalah dan dapat hukuman berupa menyanyi dengan tangan dicoret spidol atau pulpen.

Yusril mulai memutar kertas, lagu 'Asal Kau Bahagia' dinyanyikan bersama. Semua menyanyi, lampu mulai padam hanya remang-remang lampu layar handphone saja yang terlihat. Alunan lagu dan langkah kertas sayup berhenti berputar saat lagu selesai. Dimana kertasnya?. Setiap orang punya hitungan masing-masing. Dengan ketukan berbeda pula.

Farraz ada di hitungan 1-5, Zeni di hitungan 6-10, Bagas di hitungan 11-15, Yusril, Aul, Radit ada dihitungan berikutnya dan seterusnya

"Bagas! kertanya ada padamu? ada dihitungan ke-13?!" tanya Aul.

"Tidak"

"Ada ditangan Zeni, karna masih 7. Lucky Seven!?'

" Tidak, kamu salah. Ada di Aul"

"Hmmm, ada pada Radit"

"Kurasa ada ditangan Yusril bukanlah kita berenam, Saat semua selesai itu ada dihitungan 30"

"Itu terlalu jauh;"

"Lantas dimana?! haha..."

"Ah, membosankan. Sudahlah"

"Tukangnya belum datang lagi?!, Curiga di kecebur digot deh" mengerutkan dahi dengan tangan menyilang.

"Bagas ya kalo ngomong tu!"

"Sorry Zen. Kesel"

(gerbang)

Saya sudah didepan 20:59

Radit dan Farraz turun kebawah. Dingin hawa menyapa tubuh mereka. Keduanya bergegas.

"Makasih ya pa, kembaliannya ambil aja"

"Makasih ya, mari"

Kembali ke kelas dan makan. Makanannya masih hangat dan enak sekali. Hawa dingin makan makanan enak memang pas. Cocok.

Tiba-tiba tercium bau aneh, bau yang tak bisa didefinisikan bau apa itu. Tapi tak usah dihiraukan lah. Makan saja.

Lampu kelas kembali dinyalakan. Tapi tiba-tiba mati dengan sendiri. Tak asing paling dikira sudah sepi, beri tau pa Amin akan dinyalakan.

Bau anyep semilir menyapa merepa, tak sengaja Zeni menangkap bayangan aneh mengapa ada lebih orang disini. Apa matanya kabur? atau salah. Hiraukan! Tapi itu terus mengganggunya.

"Semuanya pulang yu!" pinta Zeni sambil bangkit.

Semua bergegas, pulang.

🌚🌚🌚

Rumah Radit begitu sepi, tubuhnya segera dibaringkan diatas sofa.

Mas maaf saya sudah disekolahan tapi ko sepi sekali ya? 22:40
Saya tadi kesasar, saya juga tadi malah salah belok 22:41

Lah seriusan mas ? 22:42

Iya mas, maaf ya 22:43

Sejenak Radit diam dan.

🌀🌀🌀


Maaf
lama ga post ya geng hemmm
semoga enjoy😝
Don't forget to Comment and Vote
seee you love love love youuuuuuuu

Note : Abang, anak uwa aku yang alami ini. (nama tokoh samaran)

PREDATORS | THE WAY YOU SEE THE WAY YOU DO❗ | [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang