28.Perasaan

3.9K 104 3
                                        

***

"Kata-kata itu sebenarnya tidak mempunyai makna untuk menjelaskan perasaan. Manusia boleh membentuk seribu kata-kata, seribu bahasa. Tapi kata-kata bukan bukti unggulnya perasaan. "

Kring Kring...

Mendengar bel pulang berbunyi, semua siswa langsung berhamburan keluar kelas masing masing

Stevens yang melihat zelline memberes kan buku nya,langsung mendekati nya

"Yok ikut gue"

"Iya,ayok"

Zelline dan stevens jalan beriringan ke taman belakang sekolah

Stevens duduk tepat di samping kiri zelline dan menatap manik mata nya,lalu zelline langsung menunduk kan kepala nya malu

"Tatap mata gue lin" ucap stevens sambil mengangkat dagu zelline

Deg.

Detak jantung zelline mulai berdegup lebih kencang.

"Kaya nya ini serius banget dah" batin zelline

"Gue minta maaf ya sama lho" ujar stevens dan membuat zelline tercengang

"Maaf ? buat apa stev?" tanya zelline bingung

"Maaf kan gue karena selama ini gue salah paham terus sama lho, gue juga udah sering buat lho sakit,gue juga minta maaf karena gue pernah ngomong kasar ke lho,gue harap lho mau maafin gue" perkataan stevens semakin membuat zelline bingung

Deg.

"Maksud nya apaan sih stev? serius aku gak ngerti maksud kamu"

Stevens menghela nafas nya.

"Jujur sama gue, siapa seseorang yang ada di hati lho?" tanya stevens dan membuat zelline terkejut mendengar nya

"Di hati aku? oh pasti masih kosong dong" jawab zelline dengan berbohong

"Lin? gue serius, sekarang bukan waktu nya buat main main"

"Eh si..si..apa yang main main stev? aku serius,buat apa aku bohong? gak ada guna nya juga kan?" jawab zelline dengan terbata bata

"Gue udah tau yang sebenar nya lin, melvin udah cerita semua nya ke gue tadi"

Zelline keget.

"Kalau lho udah jatuh cinta, kenapa lho gak langsung bilang ke gue lin?"

Zelline menunduk kan kepala nya.

"Lin? gue mau kejujuran lho" ucap stevens dan membuat zelline mengangkat kembali kepala nya.

Zelline tetap diam sambil menatap mata stevens.

"Kalau lho gak mau jujur, gue yang bakalan jujur duluan ke lho" zelline mengerut kan dahi nya bingung

Stevens menarik nafas nya dalam dalam dan menghembus kan nya secara perlahan

"Dari lubuk hati stevens yang paling terdalam, hati gue bilang kalau dia sedang jatuh cinta dengan seorang yang ada di depan nya,dia benar benar mencintai orang itu,bukan hanya sekedar kata kata yang keluar dari mulut nya,melainkan dari lubuk hati terdalam"

Zelline kaget dan detak jantung nya berdegup menjadi lebih cepat dari sebelum nya.

Mungkin saat ini waktu yang tepat untuk menjelas kan semua nya.

Stevens mengeluar kan sebuah buku bewarna violet dari tas nya dan di berikan nya kepada zelline

"Tulis lah di buku ini tentang semua yang membuat lho bahagia,apa pun itu, maupun tentang makanan, hari, waktu, dan sebagai nya,curah kan semua nya ke buku ini, karena buku ini akan menjaga rahasia lho, dia tidak akan memberitahu siapa pun tentang isi hati lho"

P R O M I S E [ Completed ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang