9/12/2018
Hari-hariku mulai terasa sepi. Tidak ada lagi obrolan tentang latihan gabungan, event dadakan, hari ulangan, dan lain-lain. Aku telah menyerahkan tanggung jawab yang telah ku pikul selama 2 tahun ini pada adik-adik yang telah ku bimbing. Tidak terasa, aku harus segera menyongsong masa depanku. Meninggalkan euforia yang membuat aku menjadi seorang manusia yang belum utuh sepenuhnya.
Teman-teman mulai sibuk dengan segala persiapannya. Dan aku? Merasa kesepian tentunya. Aku kehilangan tempat bermain dan mengadukan masalah. Tetapi, tak apa. Mimpiku tinggi, besar, semakin besar mimpiku, beban akan terus bertambah. Ini, hanya konsekuensi kan?
Betapa iri aku melihat karakter di film yang aku tonton. Ia tertawa bahagia dalam masa SMAnya. Aku? Sama. Bagaimanapun, aku masa ku sudah lewat.
Aku benci mengatakan hal ini, aku merasa kesepian. Apakah perjuangan memang selalu sepi? Maka, aku harus berusaha dengan sepi sebagai temanku! Mimpi besar di khayalanku akan terus membara. Ayo!
Aku menangis. Indah sekali perkataan dan kejadian di film dan novel. Penulis akan slalu membuat karakternya tinggal dan hidup di lingkungan yang sama, tak peduli berapa umur tokoh tersebut. Bukannya aku tidak bersyukur, hanya terharu melihat kehidupanku yang sekarang.
Mimpi aneh yang menghantuiku, impian besar yang ada di pundakku, rintangan di hadapanku, betapa Allah menyayangiku. Aku rindu.
Terima kasih kepada teman-teman dan orang-orang yang selalu mensupportku. Serta para penulis dunia oranye serta creator film yang telah membuatku bersyukur. Terima kasih.
***
Ini sudah ada sejak tanggal yang tertera. Tetapi, baru berani dipublish sekarang.

KAMU SEDANG MEMBACA
Sea of Story
Short StoryKumpulan Cerita Pendek buatan saya. Fiksi ataupun nyata. Trigger Warning ditandai dengan❗ ▪︎Suicide