4- Alvin dan Livina?

43 17 1
                                    

"Kak Alvin noh Vin!" Ledek Zeline kepada Livina yang sedari tadi menatap kedua laki laki tersebut yang sedang mencari cari kertas dimap yang mereka pegang.

Mungkin Zeline terlalu keras meledek Livina, hingga semua mata tertuju pada Livina dan Zeline. Begitu juga Alvin dan Gabriel seketika mata mereka tertuju pada Livina.

"Harus banyak banyak istighfar dan bersabar gue pagi ini, cobaan dateng teruzz!" Batin Livina dengan muka triplek nya.

Livina menatap mata Alvin dengan sangat malu, seketika sorak sorak begitu ramai dikelas X MIPA 2, satu kelas Livina tau jika Alvin menyimpan perasaan kepada Livina, dan satu kelas Livina pun mendukung nya karena semuanya demi Livina tidak menjadi Lesby padahal Livina memang tidak Lesby.

"Uhuk-uhuk batuk gua, beliin konidin donk guys."

"Kiw kiw kiw"

"Cie Vina mulai peka nih?"

"Vina, gue ga salah denger kan? Lo manggil kak Alvin?"

"Udah jadian nih romannya"

"Kak Alvin, Kasih senyum donk buat Vina."

Mendengar itu, Alvin tersenyum lebar kepada Livina. Dan Gabriel hanya melirik mereka berdua yang sedang bertatap muka, dan sesekali melirik Catline.

"Gila senyum apa gula manis banget Woi"

"Sumpah beda banget sama Vina yang jarang senyum!"

"Woy senyumnya"

Livina hanya menatap senyuman Alvin dan melirik ke samping ada Zeline yang sedang tertawa kemenangan. Zeline mengambil buku didalam tas nya dan memukul kepala Zeline dengan buku.

"Sakit Vina!" Rengek Zeline menatap Livina sinis.

Satu kelas hanya tertawa melihat Livina salah tingkah. Dan Zeline yang melihat muka Livina yang sangat sangat merah karena malu, membuat Zeline merasa kasihan atas perbuatannya.

"Eh maksud gue, kak Alvin kesini biasanya kan ngasih kertas formulir lomba lomba ke Livina kan berhubung Livina ketua kelas disini. I-iyakan?" Ucap Zeline ceplos. Dan membuat Gabriel cengar cengir dengan melihat tingkah adik kelasnya.

"Iya, bisa jadi gitu." Jawab Alvin dengan senyumnya.

"Ramah banget ya, beda sama kak Kevin. Coba aja kak Kevin ramah senyum kaya kak Alvin, gila gue seneng banget. Tapi si Livina emang gak pernah mikir kali ya kalau banyak orang yang iri sama dia?" Batin Catline yang menatap Alvin seolah Kevin.

"Yaudah adik adikku sekalian, kita disini mau menjelaskan kalau setelah Pas selesai kita para pengurus OSIS dan anggota nya akan mengadakan Lomba kesenian ada Bernyanyi Vokal solo, Menari, bermain Alat Musik, dan Band. Jadi nanti ketua kelasnya harap isi formulirnya." Gabriel akhirnya berhasil memecah suasana yang sangat Livina tidak suka, Gabriel menjelaskan dan memberikan formulir itu kepada Alvin dengan maksud agar Alvin yang memberikan formulir itu kepada Livina selaku ketua kelas.

Alvin mengangguk paham ketika Gabriel memberikan formulir nya, lalu berjalan kearah tempat duduk Livina.

"Nih isi, jangan lupa." Alvin memberikan kertas itu dan tersenyum kepada Livina.

"Makasih" Livina mengambil kertasnya tanpa melihat wajah yang memberikan nya.

Alvin masih berdiri disamping meja Zeline dan Livina. Livina dengan Cuek sekali tanpa menengok sedikitpun kearah samping. Ia hanya menatap kedepan Dengan tatapan kosong. Zeline hanya cengar cengir sendiri melihat kejadian tersebut.

"Yeu, modus lu Alvin." Sorak Gabriel dari depan.

Alvin tidak memperdulikan hal itu, Alvin tetap fokus menatap Livina yang tidak mau menatapnya kembali. Satu kelas mulai bersorak sorak kembali, membuat Livina semakin risih!

Not Just ImaginationTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang