Adakah yang bisa membuatnya lebih memaknai rasa yang sebenarnya?
Adakah seseorang disana yang masih peduli dengannya?
Peduli dan memberi kesempatan agar dirinya bisa membangun cinta untuknya?
Ia ingin membalas cinta seseorang!
Ia lelah mencintai sendirian!!
Ia lelah merasakan tolakan cinta!
Ia lelah menolak cinta datang untuknya!
Tolong berikan dia seseorang yang bisa membuatnya membangun cinta bersama, mengartikan apa itu kesetiaan, kebahagiaan lewat suka dan dukanya yang ia lewati setiap saat.
Adakah Tuhan?
Catline berlari begitu cepat, menaiki anak tangga dengan sangat tidak hati hati lalu menuju ruang kelas X MIPA 2.
Banyak siswa yang sudah duduk dikursi saat ini, karena istirahat sudah berakhir 5 menit lalu.
Dikelas belum ada guru yang mengajar, dan katanya guru Bahasa Indonesia itu tidak masuk jadi beruntung lah Catline terlambat masuk kelas namun tidak ada guru, karena kalau ada ia pasti harus dihukum.
Dengan nafasnya yang masih sesak, air matanya yang masih menetes, kakinya yang semakin melemas, ia memasuki ruang kelasnya, menutupi mukanya yang terguyur air itu dengan tangan dan rambutnya yang dihelaikan kedepan mukanya.
Catline menjadi pusat perhatian siswa siswi dikelasnya saat ia masuk kelas dengan berlari cepat dan langsung menuju tempat duduknya, dan langsung duduk, karena Alissya tidak ada disampingnya. Alissya harus pulang karena sakitnya sudah tidak bisa ditahan.
Livina yang melihat Catline sangat sangat terkejut. Tetapi, Livina tau pasti ini semua tingkah para OSIS yang mencibirnya, siapa lagi kalau bukan mereka yang sirik akan seseorang yang jalan bersama Kevin? Dan baru saja Catline dengan Kevin pergi berdua bukan saat ia kekantin?
Catline termenung, menidurkan kepalanya diatas tangannya yang sudah dilipat diatas meja. Nafasnya masih sesenggukan, air matanya sudah berhenti mengalir namun wajahnya sudah lengket terkena air mata. Rambutnya menempel diwajahnya membuat wajahnya tidak begitu kelihatan.
Siswa siswi yang melihatnya hanya terdiam ada yang mencoba menanyakan kepada Zeline dan Livina, tetapi Zeline dan Livina pun tidak peduli dengan pertanyaan mereka, anak kelas X MIPA begitu membenci Catline kecuali Rizkia dan 11 siswa/anak laki laki dikelasnya. Karena sisanya membenci Catline dengan kejam, ada yang pernah mencoba untuk mencelakai Catline bahkan ada yang pernah mencoba membunuh Catline.
Satu geng, yang paling banyak hatters itu Catline karena memang dia yang menjadi pusat perhatian para Most Wanted disekolah itu.
Walaupun Livina juga pusat perhatian Most Wanted disekolah itu, tetapi anehnya Livina selalu didukung bukan dibenci walau kakak kelasnya tidak ada yang pernah mendukung.
Kakak kelas jaman sekarang, mana ada yang dukung temennya jadian sama adik kelas?
"Lo gila ya, gue udah bilang teguhin hati Lo saat dicibir! Jangan cuma bisa lari terus nangis." Livina berpindah duduk, dia sekarang duduk disamping Catline dimana seharusnya itu tempat duduk Alissya.
Livina seperti mengejek? Bukan! Livina peduli dengan Catline, ia hanya tidak mau jika Catline terus menangis setiap hari, Karena Catline yang setiap hari dicibir! Livina sudah mengajarkan agar Catline tidak peduli dengan itu! Namun tetap saja ia tidak bisa! Ia lemah jika ada disamping Kevin. Hati seseorang pasti berbeda beda juga.
"Ini beda, Lo gak tau." Ucap Catline setelah mengatur nafasnya.
Zeline menarik kursi guru ke depan meja Catline dan Livina lalu mendudukinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Not Just Imagination
RomanceAku pernah mencoba merelakanmu untuk sekian kalinya. Mencoba membiarkan hati ini hancur. Dan parahnya lagi, aku mencoba untuk tak peduli dengan rasa yang ada didalam hati ini. Senang Sedih Bahagia Haru Takjub Retak Hancur Mati! Kubiarkan perasaan...