"Terus menerus akan seperti itu, tangisan itu akan selalu menjadi makanannya setiap hari."
Seandainya bukan Kevin yang bermain gitar diruang UKS saat Catline sedang tergeletak diatas ranjang UKS itu.
Catline pingsan karena kelelahan mengatur kelas yang sangat susah diatur, menjabat ketua kelas membuatnya menjadi memiliki rasa tanggung jawab yang penuh ketika kelasnya sedang tidak ada guru.
Keadaan Catline memang sedang tidak baik, keadaannya saat itu sedang demam tetapi apalah Catline yang selalu memaksa untuk masuk ke sekolah.
Hingga akhirnya, ia terjatuh pingsan!
Catline tersadar dan membuka matanya pelan.
Suara petikan gitar yang indah, petikan demi petikan dimainkan dengan merdu, membuat gema dihati.Catline merasa jantungnya berdetak lebih kencang! Ia merasakan sebuah benturan hebat yang membuatnya jatuh dalam keheningan Cinta~
"Udah sadar?"
Suara laki laki itu berhasil membuat jantungnya seperti ingin copot!
Catline menatap wajah Kevin dalam diam. Semua ingatannya sirna seketika Catline menatap kedua mata Kevin!
Panas dan dingin membuat lengkap rasa gugup nya didepan kakak kelasnya itu, tidak lain ialah Kevin.Kevin terus menatap Catline menunggu jawaban dari Catline.
"Kau tahu? Menatap mu saja sudah membuatku pulih dari demam, bahkan petikan gitar mu itu membuatku sadar dari pingsanku. Akankah dengan rasa cintamu kepadaku akan membuatku tersadar dari matiku?"
"Catline!" Livina berdiri didepan pintu ruang UKS dan melihat Catline yang sedang tergeletak diatas ranjang, sedangkan Seorang laki laki yang Livina kenal tidak lain adalah Kevin, beraada di samping ranjang dan duduk di kursi bulat.
Perempuan berhijab panjang, yang memilki tinggi 150 cm itu berhasil membuyarkan suasana indah itu."Sial!" Batin Catline bangun dari posisi tidurnya untuk duduk dan menyenderkan kepalanya di dinding.
Kevin menaruh gitarnya, dan berdiri dari duduknya lalu menengok kearah pintu dimana Livina berada.
Livina memasuki ruang UKS dan mendekati mereka berdua.
"Lo! Ngapain masih disini? Sana pergi!" Usir Livina kepada Kevin dengan sangat sinis dan tanpa ada sopan santun nya sebagai adik kelas.
"Iya! Lagian gue kesini juga tadi nya mau liat Ada Iqbal apa nggak, soalnya tadi dia juga abis ke UKS." Kevin kembali membawa gitarnya dan berjalan keluar dari UKS.
"NGGAK NANYA!" teriak Livina sangat keras agar Kevin yang belum begitu jauh darinya bisa mendengar nya.
Catline hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
Dan, Catline lupa menanyakan siapa nama kakak kelas itu!
"Nih minum."
Livina menyodorkan segelas teh yang tadi ia bawa karena perintah dari anggota PMR disekolah nya. Anggota PMR itu hanya menyuruh Livina membuatkan Teh untuk Catline yang pingsan, sedangkan Anggota PMR itu sibuk memijat kepala dan menghirupkan Minyak angin ke hidung Catline supaya Catline sadar.
Namun, setelah Livina selesai membuatkan teh untuk Catline diruang guru, Livina malah melihat kakak kelas tidak jelas itu bersama Catline.
Livina terus berfikir keras, rasa penasarannya kini mulai merasuki jiwanya.
"Tadi Catline kan sama kak Lisa anggota PMR, kok jadi sama kak Kevin kakak kelas gak jelas itu?" Batin Livina penasaran, ingin menanyakan namun ia takut mengganggu Catline.
Wajah Livina terlihat misterius ketika sedang menatap Catline yang sibuk meminum tehnya hingga habis.
"Uhuk-uhuk"
Catline tersedak minumannya karena melihat Livina yang menatapnya dengan tatapan aneh.
"Kalau minum pelan pelan, lagian gue gak bakal minta minuman Lo." Celetus Livina, melipat tangannya didepan dada lalu duduk di kursi dimana tadi Kevin duduk.
"Bukan gitu, Lo liatin gue-nya ga nyelo gitu sih!" Catline menaruh gelasnya diatas meja lalu kembali ke posisi semula.
"Lo cemburu liat gue sama kakak kelas tadi huh?" Lanjut Catline membuka mulutnya sangat lebar, mengangkat salah satu alisnya dan memasang mata Juteknya.
Apaan tadi Catline bilang? Cemburu? Enak aja! Yang ada dia kesel sama Kevin!
Kenapa kesel? Karena temennya itu ada yang punya perasaan sama Livina, tetapi Livina sangat tidak suka dengan semua laki laki yang mengejarnya, ntah tampan bahkan sekalinya ia famous tetapi tetap saja Livina tipe perempuan yang gak suka dikejar, gak akan pernah mau jawab dia suka sama siapa, karena terlalu banyak pilihan dan yang harus dipilih hanya satu, jadi Livina tidak pernah merasakan jatuh cinta!
Kecuekkan dan kegalakkannya sekaligus kejutekannya itu yang membuat semuanya tunduk kepada Livina, bahkan semua orang selalu mengkritik dengan kata kata 'kapan mau dapet jodoh kalau galak banget kayak gitu'
Tetapi, Livina tetaplah seorang Livina yang tidak akan merubah sikapnya.
Banyak laki laki yang menyukainya, tetapi dunia ini belum pernah ada laki laki yang menarik dirinya untuk merasakan cinta."Najis! Lo kira cewek apaan gue suka sama cowok kayak gitu huh?" Livina mengembalikan muka juteknya kepada Catline.
"Kaya gitu gimana maksudnya? Dia ganteng, putih, lumayan tinggi, manis banget, jago main gitar, suaranya bikin adem! Kurang apa tuh cowok?" Catline tidak terima kalau kakak kelasnya itu dijelekkan begitu saja.
"Kak Kevin ganteng? Najis! Yang ada mukanya kayak anak mamyh gitu! Jangan buta Lo!" Livina mendekatkan matanya ke mata Catline.
"Namanya Kevin? Pantes keren namanya juga keren kayak orangnya!" Catline menjauhkan muka Livina dan tidak peduli omongan Livina lagi, toh Catline tau memang dia tidak ditakdirkan untuk mengatakan laki laki tampan.
Isu yang menyebar saja, Livina itu Lesby! Padahal tidak, ia hanya suka mengepost tulisan seperti puisi dan kata kata indahnya ke sosmed, dan itu yang membuat laki laki jatuh cinta kepadanya, dan itu juga membuat isu bahwa Livina membuat itu untuk seorang perempuan juga! Manusia terlalu stres untuk diladeni bagi Livina!
Bukankah terkadang seseorang menulis bukan hanya tentang perasaanya? Bisa saja bukan seseorang menulis karena kreativitas imajinasi nya?
Begitulah menurut Livina!"Terserah lo Catline! Saran gue, kita masih duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 5, jadi jangan sampai perasaan itu mengganggu konsentrasi belajar lu. Cinta itu gak penting!" Livina berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangannya untuk mengangkat Catline berdiri karena ia harus segera pulang, ini sudah lewat dari jam pulang.
"Sudut pandang Lo tentang cinta itu selalu buruk ya!"
Catline berdiri atas bantuan Livina dan segera menggendong tasnya yang tadi dibawakan oleh Livina.
"Aku akan selalu mengingat kejadian ini, dimana hari ini, jam, menit dan detik kamu menatapku. Membuat hari ini adalah awal mula aku merasakan kehidupan kembali"
"Kehidupan kembali setelah sekian lama aku terjatuh dihati yang salah."
•
•
•
•
•
•
VOTE SAMA COMENT NYA GUYS!!!
JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR LAINNYA:
@ukhtynajmiIg: @Najmi_janani6
Maaf nunggu lama karena kita authornya harus menyelesaikan Ujian, nah sekarang udah selesai jadi,
SELAMAT MENIKMATI KEMBALI ~
Jangan lupa memberi vote dan coment karena itu adalah sebuah baterai yang baru ketika kita lemah~
Love you all••

KAMU SEDANG MEMBACA
Not Just Imagination
RomansaAku pernah mencoba merelakanmu untuk sekian kalinya. Mencoba membiarkan hati ini hancur. Dan parahnya lagi, aku mencoba untuk tak peduli dengan rasa yang ada didalam hati ini. Senang Sedih Bahagia Haru Takjub Retak Hancur Mati! Kubiarkan perasaan...