Lagu pengiring : If Only Dove Cameron
Semua lampu yang tadinya padam kini mulai menyala kembali, membuat jarak pandang setiap orang mulai membaik. Orang orang pasti senang karena lampunya sudah menyala tapi Eunha tidak.
Ia berharap juga lampu untuk segera menyala tapi saat apa yang diinginkannya terwujud tapi kenapa hal yang sangat menyakitkan juga mulai terlihat.
Eunha duduk di bangku yang sama seperti yang di katakan Yerin, tidak jauh di depannya ada sebuah bangku sepertinya untuk dinner.
'Jungkook dan Yeri? ' batin Eunha.
Beruntung jarak mereka tidak terlalu jauh dan lampu yang ada di dekat tempat Eunha duduk padam dan dia berpakaian dengan warna gelap, sehingga mereka tidak akan mengetahuinya.
Dia mengamati mereka berdua telinganya menangkap dengan jelas obrolan mereka, setidaknya belum ada obrolan yang begitu penting. Dari sudut matanya Eunha melihat dengan jelas bahwa teman temannya dan juga kekasih mereka, kecuali Jimin dan Yuju yang sebenarnya sedang dalam proses pendekatan.
Dia memberi isyarat agar mereka tetap di sana dan tidak ikut campur, ini urusannya dan mereka.
"sayang kapan kau akan memberitahu hubungan kita? "
"tenang saja aku akan segera memutuskan Eunha dan langsung memberitahukan pada seluru sekolah bahwa kau adalah kekasihku, Yeri"
"Jungkook"
Eunha melihat dengan jelas bahwa mereka saat ini sedang berciuman tepat di depan matanya sendiri. Dia sudah tak tahan lagi, air mata yang sudah tak bisa di bendungnya kini mulai mengalir dengan deras.
Yeoja itu menghapus air matamu kasar dengan punggung tangannya dan berjalan menghampiri mereka.
"K-Kookie? " cicit Eunha membuat kedua pasangan itu terkejut lalu menghentikan aktivitasnya.
"Eunha?! " kaget Jungkook.
"j-jadi ini hadiah darimu atas mansive kita yang ketiga bulan? " tanya Eunha ,namja itu terdiam dan Yeri tampak tersenyum puas melihatnya.
"s-sebenarnya apa salahku sampai melakukan hal ini padaku hiks? " Eunha mulai menagis.
Jungkook mengehela nafas panjang lalu menarik tangan Eunha dengan kencang ke suatu tempat membuat kuku kuku namja itu menancap kuat di kulit tangannya.
Bruk
Jungkook mendorong tubuh Eunha ke arah dinding sebuah toko yang sudah tutup, beruntung tempat itu sepi jadi tidak ada orang yang akan mengganggu.
"hiks hiks "
"DIAMLAH! " teriak Jungkook
"k-kenapa hah? " tanya Eunha sambil memiringkan kepalanya ke arah lain agar Jungkook tidak melihat wajahnya yang sudah banjir air mata.
Jungkook yang sudah melepaskan cengkeramannya dari tangan Eunha beralih ke arah bahu yeoja itu. Membuat yeoja itu lagi lagi meringis kesakitan.
"tch, aku itu malu punya kekasih sepertimu!" teriak Jungkook membuat sesuatu di dalam sana sakit.
"a-apa? " tanya Eunha tak percaya sambil menatap wajah yang hanya berada sekitar lima belas centimeter dari wajahnya.
"kelakuanmu itu seperti anak kecil dan itu membuatku malu. Setiap kita pergi bersama orang orang selalu mencibirku karena sikapmu! " jawab Jungkook masih dengan suara tinggi.
"t-tapi Kookie aku mencintaimu" balas Eunha.
"tch Kookie? Panggilan apa itu, namaku Jungkook bukan Kookie. Kookie itu hanya panggilan untuk bocah" ujar Jungkook dengan nada dingin Suga yang menusuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cute Or Cold✔
Fiksi PenggemarSeorang kekasih itu memang sudah harusnya menerima kekurangan pasangannya. Karena cinta itu di lihat bukan dari fisik tapi dari hati nurani seseorang. Tapi justru keadaan sebaliknya di alami oleh seorang Jung Eunha. Start🐰 : 2 November 2018 End 🐰...
