38. Lita

1.6K 212 35
                                        

Mobil melaju tenang di jalan tol, menuju rumah kakek Bella. Suasana di dalam mobil terasa canggung, meskipun Bella dan Dona sudah biasa berbicara satu sama lain. Kali ini, topik pembicaraan mereka terlalu berat, pernikahan kontrak.

Dona melirik Bella yang sedang serius menyetir. "Jadi, kita benar-benar akan melakukan ini?" tanyanya, mencoba memecah keheningan.

Bella melirik Dona sebentar sebelum kembali fokus ke jalan. "Apa aku terlihat seperti orang yang bercanda soal ini, Don?" jawabnya.

Dona menghela napas, merasa percakapan ini terlalu absurd. "Tiga tahun, ya?"

"Ya. Setelah itu, kita cerai. Dan bayi itu—" Bella berhenti sejenak, menyesuaikan kata-katanya, "Lita, akan menjadi tanggung jawabku."

Dona mengerutkan kening, menatap Bella dengan bingung. "Lita?"

Bella tersenyum tipis, meskipun matanya tetap terpaku ke depan. "Ya, Lita. Itu nama yang sudah kupersiapkan untuknya. Singkat, mudah diingat, dan... aku suka bunyinya."

Dona terdiam sejenak, mencerna fakta bahwa Bella sudah memikirkan nama untuk bayi itu. "Kamu sudah sejauh itu memikirkannya?"

Bella mengangguk. "Tentu saja. Kalau aku memutuskan untuk melakukan sesuatu, aku akan serius. Bayi itu pantas mendapatkan kehidupan yang layak. Dia tidak meminta dilahirkan, apalagi ditinggalkan."

Dona memandang Bella dengan tatapan heran. "Aku masih tidak percaya, Kak. Kamu mau mengadopsi anak. Kamu sendiri pernah bilang kalau anak itu beban."

Bella terkekeh pelan, meskipun nada tawanya terdengar getir. "Lita berbeda."

"Kenapa berbeda?" tanya Dona, penasaran.

Bella menghela napas, menurunkan kecepatan mobil saat mereka mendekati lampu merah. "Karena dia bukan anak kandungku, Don. Aku tidak harus merasa bersalah atau menyesal atas kehadirannya. Aku hanya merasa kasihan padanya, itu saja."

Dona menatap Bella dengan ekspresi tak percaya. "Itu penjelasan yang aneh. Tapi... oke, terserah kamu."

Bella menatap Dona sebentar, tersenyum tipis. "Kamu pikir aku gila, ya?"

Dona mengangkat bahu. "Bukan cuma gila. Aku pikir kamu juga sangat aneh."

Bella tertawa kecil, tapi tidak membantah. "Mungkin. Tapi kamu tetap mau menikah denganku, kan?"

Dona mendesah panjang. "Hanya karena bayi itu. Dan hanya tiga tahun."

"Setelah itu, kamu bebas, Don. Aku nggak akan memaksamu untuk tetap bertahan," kata Bella dengan nada serius.

Mereka melanjutkan perjalanan dalam diam selama beberapa menit, masing-masing tenggelam dalam pikirannya.

Dona akhirnya memecah keheningan. "Kak, kenapa kamu nggak pakai cara lain untuk mengadopsi? Maksudku, kenapa harus menikah denganku?"

Bella tidak langsung menjawab. Setelah beberapa detik, ia berkata, "Karena aku percaya kamu. Dan aku tahu kamu juga peduli pada bayi itu."

Dona terdiam. Ada sesuatu dalam nada Bella yang membuatnya tidak ingin memperpanjang pertanyaan itu.

Lampu-lampu rumah besar kakek Bella mulai terlihat dari kejauhan. Dona menarik napas dalam, mempersiapkan dirinya untuk menghadapi kemungkinan apa pun. Ia tahu, keputusan ini akan mengubah hidupnya untuk tiga tahun ke depan—dan mungkin lebih lama dari itu.

***

Votes dan komen ya guys

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Votes dan komen ya guys. Maafin karena beberapa hari jadwal update nggak teratur karena aku habis sakit. Udah agak mendingan malah anakku yang sakit. Mohon doanya ya semoga kami sekeluarga segera sehat. Kupikir kayaknya aku akan pindahkan jadwal update ke sore aja. Soalnya KLO pagi itu sebenarnya aku agak repot. Aku akan update jam 5-6 sore ya pulang kerja.

Bella Mooi (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang