~Kenapa ini semua terjadi disaat kita akan bersatu sedangkan kamu meninggalkan ku~
Satu Minggu pun telah berlalu hari ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh Azam dan Aisyah karena hari ini adalah hari pernikahan mereka berdua sungguh sangat indah bukan?
Tentu sangat indah karena itu akan menjadi perlengkapan separuh agama kita.
Pernikahan merupakan hal yang terindah bagi semua hamba Allah dan semuanya berharap pernikahannya diRidhoi oleh Allah.
Pintu kamarku perlahan terbuka aku melihat ada sosok wanita yang sangat menyayangi ku dan aku pun menyanginya lebih dari apapun itu itu adalah umi nya Aisyah,Ida Pratiwi.
"Assalamu'alaikum"ucap Ida dan langsung dipeluk oleh Aisyah
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh...Umii"Isak Aisyah
"Astaghfirullah kenapa kamu nangis Ais?"tanya Ida khawatir
"Umi Aisyah gk mau pisah sama umi dan Abi,Aisyah mau tetap tinggal disini"Isak Aisyah
"Sayang tatap mata umi..
Kamu boleh datang kerumah ini kapan saja karena rumah ini terbuka lebar untuk anak umi Aisyah,tp kamu harus ikut suamimu karena itu sudah kewajiban seorang istri mengikut suaminya jika kamu tidak mau kamu mau dapet dosa?"ucap umi lembut
"Makasih umi,iya mi Aisyah akan ikut dengan Azam"ucap Aisyah
"Inget kamu harus nurut sama suamimu lakukan apa yang dia katakan jangan sekali kali kamu melawannya ya"ucap umi lembut
"Iya umi insyaAllah"ucap Aisyah dan langsung mencium pipi uminya
"Udah jangan nangis nanti cantiknya hilang lagi"ejek umi sambil mengusap air mata Aisyah yang mengalir di pipinya
"Umi bisa aja"ucap Aisyah tertawa
"Umi Azam Uda berangkat?"tanya Aisyah ragu
"Sudah katanya lg dijalan mau menuju kesini"ucap umi
"Alhamdulillah"ucap Aisyah
"Anak umi kayanya gak sabar amat ya mau cepet dihalalin sama Azam"goda umi
"Umii apaan sih"ucap Aisyah tertunduk malu
"Yauda umi turun dulu ya"ucap umi
Dan diberi anggukan oleh Aisyah
Sungguh indah Nikmat yang telah engkau berikan kepada hamba mu ini ya Robbi hamba tidak tahu harus melakukan apa untuk berterima kasih kepada mu ya Robbi tapi hamba hanya bisa mengucapkan beribu kata syukur kepada mu.
Cinta yang telah engkau berikan kepada hamba sangat berarti bagi hamba
Terimakasih telah mencintai hamba dengan memberikan nikmat yang begitu banyak untuk hamba
Hamba yakin setelah ini rencana engkau yang berikan akan jauh lebih indah.
Batin Aisyah
Semua orang sedang sibuk untuk menyambut keluarga Azam yang tak kunjung datang hati Aisyah menjadi khawatir terhadap Azam.
Aisyah berharap Azam dan seluruh keluarganya baik baik saja dan salalu dalam lindungan Allah.
Umi Aisyah,Ida sedang sibuk membenarkan pelaminan untuk putrinya Aisyah ada seulas senyum dibibir Ida karena dia tidak menyangka Putri sebentar lagi akan menjadi seorang istri.
"Umi ada telfon"ucap salah satu keluarga Aisyah yang bernama Ningsih
"Angkat saja nak"ucap umi
"Tapi mi ini Uminya kak Azam katanya mau ngobrol sesuatu sama umi"ucap Ningsih
"Uminya Azam?"tanya Ida
KAMU SEDANG MEMBACA
PENANTIAN HALAL(End)
SpiritualPerempuan itu tugas nya menunggu!! ..... Menunggu itu ada batasnya! Sudah lama Aisyah Az-Zahra menjalani hubungan yang di larang oleh Agam yaitu pacaran. Namun selang waktu Aisyah sadar bahwa dirinya telah di lumuri dosa oleh perbuatan sendiri. Hing...
