Typo is Bonus..
...
..
.
Happy Reading
'~NOREN~'
"Aku pulang.."
Renjun melempar tasnya ke atas kursi,dan melepas kaos kakinya dengan kasar.
"Kau baru pulang?" Winwin menghampiri anak gadisnya itu dan memungut tas dan kaos kaki yg anak itu lempar sembarangan.
"Eumm.." jawab Renjun dan menjatuhkan tubuhnya keatas kursi.
"Ada apa?kau sakit" Tanya Winwin heran
Renjun hanya menggelengkan kepalanya dan mulai memejamkan matanya .
'mungkin lelah?' batin Winwin dan berlalu pergi.
...
.
Pagi itu...
Mark menghentikan laju sepeda motornya ketika ia melihat Jaemin berjalan sendirian dengan menundukan kepalanya.
"Naiklah.." langkah Jaemin terhenti dan menolehkan kepalanya,hanya sebentar kemudian melanjutkan langkahnya mengabaikan ajakan itu.
"Jaemin..."
Sekali lagi gadis itu hanya mengabaikannya dan meneruskan langkahnya.
Hingga pria itu merasa kesal dan menuruni motornya dan sedikit berlari mengejar gadis itu.
Mark menahan tangan gadis itu,untuk menghentikannya.
Jaemin berbalik menatap pria itu dan mencoba melepaskan cengkraman tangan pria itu di tangannya.
"Apa yg kau lakukan?!"
"Kenapa kau selalu menghindariku Jaemin-ah?"
"Kenapa?kenapa aku harus mendengar ucapan mu? Lepaskan!"
"Tidak sebelum kau menjelaskannya padaku,kenapa kau menghindariku?"
"Kau tau sendiri jawabannya"
Mark terdiam beberapa saat,ia menghela nafas dengan jengah.
"Ayo.. berangkat bersamaku" Mark menarik Jaemin ke arah motornya.
"Tidak Mark.. "
"Jaemin.. berhenti bersikap seperti itu"
"Aku membencimu.. " ucap Jaemin penuh penekanan
"Aku tau... Berhentilah mengatakannya"
"Tidak! Aku membencimu lebih dari yg kau tau"
"Aku tidak perduli Jaemin!"
"Yak!apa yang-"
"Sssssttt..." Mark meletakan jari telunjuknya di bibir gadis itu agar tidak banyak bicara lagi.
Mark sengaja mengangkat tubuh Jaemin sehingga gadis itu menduduki jok motornya,kemudian setelah itu ia ikut menaiki sepeda motornya dan melajukan motor itu dengan kecepatan sedang.
...
.
.
.
"Nana kau berangkat dengan siapa tadi?" Ucap Haechan sedikit menggoda temannya itu
"Berhenti bertanya,jika kau sudah tau jawabannya" ucap jaemin ketus.
"Aigoo galaknya.." Haechan memeluk tangan Renjun dan menjauhi Jaemin seolah-olah ketakutan.
Renjun hanya terkekeh pelan.
"Kau tau Junie,tadi Nana bahkan memeluknya"
"Bicara apa kau!" Jaemin menatap Haechan tajam
"Eyyyy..akui saja"
"Berhenti menggodanya chanie.."
"Benar.. berhenti menggodaku atau ku tampar mulut berisikmu itu"
Haechan spechless dan menutup mulutnya cepat-cepat
Jaemin dan Renjun tertawa setelahnya.
"Teman-teman.." Renjun menggit bibirnya pelan.
Haechan dan Jaemin menghentikan langkahnya dan menoleh pada Renjun
"Ada apa?" Tanya Jaemin
"Aku ..."
"Junie ada apa?" Tanya Haechan panik ketika melihat wajah Renjun yg seperti menahan sesuatu..eh? Menahan....
Renjun tersenyum lebar pada kedua temannya itu,dan mengangkat kedua jarinya membentuk hurup V ..
Jaemin memutar bola matanya malas
"Cepatlahh..kami duluan ke Ruang olahraga ya". Ucap Jaemin kemudian menarik tangan Haechan.
"Bye. Junie jangan lama-lama ya" haechan dan Jaemin berlalu .
"Baiklahh. " Renjun segera berlari ke arah ruangan kecil di sudut sana,atau kita bisa menyebutnya sebagai toilet
....
.
.
'leganyaa~'
Renjun keluar dari toilet ketika ia telah menyelesaikan urusannya itu.
"Heh pendek"
"OMO!" Renjun terlonjak kaget ketika ia berbalik dan langsung mendengar suara itu.
"Kenapa kau terkejut begitu"
"A-a ..i-itu..kenapa kau disini?"
Renjun mencoba menenangkan detak jantungnya yg menggila itu .
Pria di depannya itu mengangkat sebelah alisnya,tanpa mau repot-repot menjawab pertanyaan gadis itu.
"Ada apa?" Tanya Renjun bingung
"Tidak,aku hanya heran kenapa kau begitu pendek dan kurus seperti itu"
"A-apa?" Renjun menatap pria itu kesal,bisa-bisanya dia berbicara seperti itu pada dirinya
"Kenapa menatapku begitu? Menunduk! Kau pikir kau menatap siapa heh!"
Renjun mengerucutkan bibirnya dan menunduk, sepertinya dia benar-benar lupa posisi pria itu.
"Kenapa?"
Renjun hanya menggelengkan kepalanya pelan
KAMU SEDANG MEMBACA
She Is Mine /Noren/ (End)
RomanceRenjun tidak pernah tau seperti apa Jeno sebenarnya.. Hingga ia jatuh kepada pria itu Pria yg selalu mengejar cintanya.. Pria itu... Pria dingin tak ber perasaan,pria dengan sejuta misteri Dia milikku.. -LEE JENO
