Chapter 3

4.9K 463 17
                                        

....
Typo is typo
Typo is bonus..
Typo is...... Died

.....

Happy reading



---NOREN---

..

Jeno menunggu di ruangannya hingga jam pulang sekolah,namun gadis itu tak kunjung menemuinya juga.
Ia mengepalkan tangannya dan memukulkannya ke meja di depannya itu.
'sial.. dia berani melawanku lagi' batin pria itu geram.
"Sudahlah Jung, berhenti mengeluarkan aura tidak enak di ruang ini"
Lucas menepuk pelan bahu Jeno,
"Jangan panggil aku dengan marga sial itu!"
"Oh.. ayolah itu memang margamu jung"
"Lucas!"
"Baik..baik.. baiklah Lee Jeno sialan"
Jeno menghela nafas dan mencoba membiasakan dirinya kembali.
"Mark mana Luke?"
Tanyanya kemudian, pasalnya setelah dari kantin tadi Mark tidak kelihatan lagi.
Lucas hanya mengedikan kedua bahunya tanda tidak tau.
"Kebiasaan.."
"Yah..kebiasaan yg hampir sama denganmu" ucap Lucas malas
Jeno menatap lucas lalu terkekeh pelan..

'drtttt....drrrtttt'
Jeno menatap layar ponselnya sekilas kemudian mengabaikannya,

'drrttt..derttt'
Lucas mengangkat sebelah alisnya,dan ikut menatap ponsel temannya itu
"Angkatlah .. ibumu pasti merindukan anaknya, sampai kapan kau akan mengabaikan panggilannya?"

Jeno berdecak pelan, dan mengangkat panggilan itu malas-malasan

"Ya?"
"Sayang.. bagaimana kabarmu?"
"Baik"
"Syukurlah sayang... Ibu sangat merindukanmu..."
Jeda beberapa saat
"Kapan kau akan kembali pulang dan memeluk eomma?"
Suara di sebrang sana terdengar sendu sarat akan kesedihan yg mendalam.
Jeno menghembuskan nafasnya berat
"Eomma.. aku tidak akan kembali kerumah itu lagi"
"Sayang..."
"Sudahlah .. aku sibuk,aku tutup-"
"Tidak sayang..tunggu sebentar, bisakah kau datang untuk makan malam?"
"Tidak!"
"Jeno.. eomma mohon, ayahmu akan marah,datanglah dia ingin mengatakan sesuatu padamu,dan kakamu baru saja pulang,tidakah kau ingin menemuinya?"
"..."
Jeno terdiam tak berniat untuk menjawabnya,tangannya sudah terkepal erat.
"Eomma mohon.. demi eomma"
Suara disebrang terdengar sangat putus asa.
"Tidak bisakah eomma meninggalkan dia? Si Jung itu telah menyakitimu!,dan aku tidak ingin menemui si brengsek itu"
"Sayang... Tidak! Jangan bicara seperti itu pada ayahmu"
"Ayahku? Apa pria brengsek itu pantas jadi ayahku " Jeno terkekeh pelan
"Jung Jeno !"
Jeno terdiam ketika suara ibunya meninggi,membentaknya
Rahangnya mengeras menahan sesuatu dalam dirinya.
"Tidak eomma.. aku Lee Jeno"
"Jeno kau-"

'Tutttt....tutt'
Jeno memutuskan sambungan telpon itu .
"Argh!!" Jeno mengacak rambutnya kesal
"Sudahlah bung.. jangan terlalu mempersulitnya" lucas menepuk punggung Jeno.
"Kau tidak mengerti Luke"
Jeno mengambil kunci mobilnya da beranjak bangun
"Kemana?" Tanya lucas penasaran
"Ada urusan sebentar, kau dan mark tunggu saja di tempat biasa"
"Kau akan menemuinya?"
"Kalau yg kau maksud itu menemui si Jung,lebih baik kau tutup mulutmu itu,atau aku akan merobeknya"
Jeno melenggang pergi setelah mengucapkan itu pada lucas.
"Dasar sial!" Umpat Lucas pelan.

.....


..


.

Renjun berjalan tergesa-gesa melewati koridor sekolah ,demi apa ayahnya tidak akan menjemputnya lagi kali ini sebuah meeting dadakan itu membuat sang ayah tak bisa menjemput putrinya itu.
Sial sekali tadi Renjun menolak pulang bersama Haechan, sekarang ia harus buru-buru atau ia akan ketinggalan bis pulangnya itu .

'sial dosa apa yg kulakukan di masalalu tuhan'
Renjun mempercepat langkahnya sedikit berlarian.

'Brukkk'

Tubuh Renjun terpental kebelakang hingga terduduk di lantai, pantatnya menyentuh lantai itu cukup keras
"Arghh sial" umpat Renjun,ia bangun dan mengusap pantatnya yg terasa sakit itu.
"Brengsek ! Siapa orang yg berani menabrakku.. kalau jalan tuh pake mata bukan pake...pa-pake.. ASTAGA Jung Jeno!" Renjun membelalak ketika orang yg ia maki adalah sang ketua kedisiplinan, nyalinya langsung menciut seketika.

She Is Mine /Noren/ (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang