Pagi ini aku terbangun dengan kurang nyaman. Kepala pusing dan badan rasanya lemas. Dengan malas aku memaksakan diri untuk bangun.
Kulihat sisi sebelah kanan, Mas Adit sudah nggak ada. Beberapa hari ini dia sangat sibuk. Setelah subuh dia pergi dan akan pulang jam 9 atau 10 malam, kadang malah aku sudah tertidur saat dia pulang.
Aku ingin menanyakan kegiatannya yang mendadak sibuk itu tapi tak pernah ada kesempatan. Hal sepenting ini tak mungkin kutanyakan via ponsel kan ??
Rasa penasaran saat malam martabak itu juga belum sempat aku tuntaskan karena keesokan harinya dia pergi setelah subuh. Hanya menyisakan notes di nakas yang mengatakan ada urusan dan akan pulang malam.
Dengan malas aku ke kamar mandi. Jam sudah menunjukkan jam 05.10, aku belum shalat subuh.
Setelah melaksanakan shalat subuh, aku berbaring kembali di kasur. Aduh kenapa pusing sekali ....
Dering ponsel membangunkanku, ternyata aku ketiduran. Kulirik jam dinding. Astaga ... sudah jam 6 dan aku belum mandi, bisa-bisa aku terlambat bekerja. Kulihat ponsel ada telpon dari Mas Diga.
"Halo," Suaraku terdengar serak. Khas bangun tidur.
"Astaga Tha, kamu baru bangun. Semalam ngapain aja ?"
"Apaan sii Mas, berisik pagi-pagi. Ada apa ? Kalau nggak penting aku tutup nih mau mandi, aku kesiangan." Jawabku setengah menggerutu.
"Ish ish garangnya, semalam kurang jatah yaa ??" Mas Diga malah menjawab dengan usil.
"Ckk, aku matiin nih," ancamku.
"Iya iya, cuma mau ngasih tau form data lemburan bagian produksi semalam aku taruh di mejamu. Nanti jangan lupa pagi pagi kasih ke keuangan. Tapi cek dulu, takutnya ada yang salah."
Kemarin memang aku pulang duluan, Mas Diga yang lembur. Dia membantuku mengcover data lemburan bagian produksi. Tahu kalau aku keliatan tidak sehat, Mas Diga menyuruhku pulang.
Baiknya dia itu, sayang nggak laku laku.
"Makasih banyak ya Mas, apalah aku ini tanpamu," Jawabku lebay.
"Halah gayamu Tha !!"
"Hahaha... Ya udah ya Mas, aku tutup. Mau mandi kilat,"
"Dah sehat belum Tha? Aku jemput ya?"
Aku terdiam, menimbang beberapa saat. Tawaran Mas Diga memang menggiurkan. Aku sudah kesiangan, perlu tambahan waktu kalau harus nunggu ojol saat jam sibuk. Tapi ... Ah, lebih baik tidak. Aku nggak mau malah menjadi fitnah di lingkungan rumah atau di kantor.
"Nggak usah deh Mas, ngojek aja. Masih keburu kok," tolakku.
"Oke Tha, buru gih dah siang. Assalamualaikum,"
"Wa'alaikumsalam...."
Klik. Telpon di tutup, aku lalu bersiap siap. Masih agak pusing sebenernya. Tapi aku menyemangati diri sendiri.
***
Aku sampai kantor tepat waktu, syukurlah. Untung saja tadi aku dapat driver yang gesit dan pintar mencari jalan tikus.
Sampai di ruangan sudah ada Mas Diga yang lagi ngobrol sama Mbak Dewi.
"Pagiiii ... asyik banget ngobrolnya, lagi pedekate yaaa...," Sapaku setengah usil.
Mbak Dewi ini dari bagian HRD, umurnya 29 tahun. Masih single juga. Aku tahu kok sebenernya kalau dia ada rasa sama Mas Diga. Kelihatan dari sikapnya yang sering curi curi perhatian. Mas Diga nya aja yang nggak peka.
"Pagiiii...." Jawab mereka bersamaan.
"Ciee ... kompak bener njawabnya, lanjut gih pedekatenya sampai sebar undangan yaaa,"ujarku sambil tersenyum lebar.
"Siapa yg pedekate sii .. nggosip aja kamu pagi pagi," jawab Mas Diga tersungut sungut, sedangkan Mbak Dewi senyum senyum salah tingkah.
Kapan kamu peka sii Mas, ada mojang Bandung pedekate kok nggak sadar.
"Yakin dah sehat Tha ?"tanya Mas Diga.
"Masih agak pusing sii, tapi udah minum obat kok nanti juga sembuh,"
"Tadi pagi mau dijemput nggak mau sii kamu... Ada driver ganteng kok di tolak, mana gratis lagi."
"Bini orang woyy !" Kata Mbak Dewi sambil menoyor kepala Mas Diga.
"Ckk, apaan sii wong aku cuma kasihan sama Pitha kok. Lagi nggak sehat kok naik ojek, nanti kalau pingsan di jalan kan repot ojeknya," jawab Mas Diga nggak terima.
"Sudah sudah, balik kerja gih,"kataku melerai sambil menyalakan PC.
"Eh, tapi kamu beneran masih pucat lho Tha, kenapa nggak ke klinik aja dulu biar diperiksa,"kata Mbak Dewi lagi.
Di tempat kerjaku memang tersedia klinik kesehatan, biasanya ada 2 petugas medis yang berjaga setiap harinya. Banyaknya karyawan di Pabrik terkadang ada saja kejadian medis tidak terduga. Seperti kecelakaan kerja atau karyawan sakit di jam kerja. Jadi perusahaan memberikan fasilitas klinik kesehatan.
"Nggak deh mbak, aku nggak papa kok. Lagian ini rekapan lembur sudah ditungguin bagian keuangan, nanti kalau beneran nggak kuat aku ke klinik,"
"Iya deh, terserah kamu aja. Tapi kalau di lihat lihat keadaan kamu ini kayak sepupuku yang lagi hamil. Jangan jangan kamu hamil ya Tha, udah cek belum?"
DEG !! HAMIL ???
Aku terdiam mendengar pertanyaaan Mbak Dewi, mencoba mengingat ingat kapan terakhir kali aku menstruasi. Menstruasiku dari waktu remaja memang tidak teratur, jadi aku memang tidak pernah mengingat periodenya. Lagian selama ini memang aku tidak pernah KB, Mas Adit juga tidak menggunakan pengaman saat berhubungan. Kalaupun kami menikah sudah setahun lebih dan belum mendapatkan momongan bukan karena menunda, tapi memang belum dikasih dari Tuhan.
Selama ini aku enjoy saja meski belum juga hamil. Karena terlalu sibuk memikirkan keuangan rumah tangga kami. Dan kalau sekarang aku beneran hamil, siapkah aku ??
"Emmm, aku belum cek sii mbak. Nanti deh pulang kerja beli testpack ke apotik,"
"Oke deh, aku balik ke ruanganku dulu ya, kalau boss nyariin bisa gawat aku nggak ada. Bye Tha, emmm Mas Diga nanti makan siang bareng yaaa, lagi pengen nyobain steak baru seberang jalan nih aku,"
Mas Diga malah noleh kepadaku.
"Mau ikut nyobain steak nggak Tha ?"tanyanya kepadaku.
Bola mataku refleks berputar, dasar manusia nggak peka.
"Nggak deh Mas, makasih. Lagi males jalan jauh aku."
"Nggak deh Wi, aku makan di kantin saja sama Pitha,"
Yasalaaam... Rasanya pengen njedukin kepala Mas Diga ke tembok. Mbak Dewi berbalik pergi setelah mengulas senyum tipis. Kasihan sekali dia, jatuh cinta sama manusia nggak peka memang berat tekanan batinnya.
Tbc.
Terimakasih buat yang mau membaca ceritaku....
Banyak kekurangannya itu sudah pasti karena aku memang penulis dadakan 😁😁
Terimakasih juga buat yang mau Voment!! Ternyata beneran bikin semangat nulis kalau ada yang mau Voment...
Semoga aku bisa menyelesaikan cerita ini tepat waktu sesuai batas Challenge.
Ditunggu nyampah nya gaess!! 💫💭💬💞
KAMU SEDANG MEMBACA
BAHTERA !!! (Completed)
RomanceMenikah dengan cinta tak selamanya berjalan dengan bahagia .. selalu ada jalan terjal dan penuh liku !! ini kisahku... Cerita ini dibuat untuk meramaikan anniversary GWT yang ke 2. Selamat membaca 😊😊
