Part 4A: the fact

54K 4.2K 49
                                        

"Kak Helen.." plak sebuah tamparan mendaran di wajah mulus Anastasia "kenapa?" Pertanyaan itu berkeliling di kepala Anastasia karna perilaku kakak-nya yang berubah 180 derajat. 

Putri Helena yang selalu memperlakukan Anastasia dengan sangat baik selakunya seorang kakak kepada adik, tiba-tiba menampar Anastasia di hadapan putri lain-nya di aula putri, yang membuat Anastasia lebih terkejut adalah kenapa tidak ada yang menolong-nya padahal selama ini mereka baik dengan Anastasia. 

"Apa kau sudah puas menikmati cemilan sore dengan para pangeran PUTRI ANASTASIA!" Kata putri Helena dengan nada menekan di ujung kalimat-nya. 

"Kenapa kakak marah?" Tanya Anastasia yang sebenar-nya marah tapi masih bermain polos.

 "Kenapa apa-nya!? Berani sekali kamu berbicara dengan pangeran tanpa kami terlebih dahulu?" Kata putri Helena yang di support oleh putri lain-nya yang menatap Anastasia dengan tajam."

kau bukan bagian dari aula putri lagi! Kau bukan bagian dari kami lagi!" Kata putri Helena, Anastasia yang sudah kepanasan melawan putri Helena,

"kenapa kakak berubah! Aku kan adik kakak, dan mereka kakak ku terus kenapa aku tidak boleh menemui mereka!?" Teriak Anastasia menyebabkan para putri yang lain memerah seakan malu tapi juga marah. 

"Karna kami harus terlebih dahulu mendapatkan perhatian para pangeran dan yang mulia raja, tidak mungkin kami membiarkan tikus munggil sepertimu mengambil kekuasaan kami!" Kata salah satu tuan putri disana, sambil mendorong Anastasia sampai ia terjatuh ke lantai dan kaki-nya terluka. 

Dengan berat hati dan kecewa Anastasia keluar dan bersumpah tidak akan pernah meninjakan kaki-nya lagi di sana, dia merasa di khianati terutama oleh kakak-nya sendiri, 

"mungkin ini alasan kenapa raja dan pangeran menamai mereka wanita kotor yang haus dengan kekuasaan" kata Anastasia dalam hati, mengerti kenapa selama ini ayah dan kakak-nya sangat dingin terhadap perempuan. 

"Aww" Anastasia terjatuh sambil terus menangis setelah menumbur seseorang. 

"Kau tak apa?" Suara pangeran Liam membuat Anastasia mengangkat muka-nya memandang pangeran Liam, dia tau kalau pangeran Liam terkejut karna dia menangis, jadi dengan cepat dia memeluk pangeran Liam untuk menutupi muka-nya yang sudah basah dengan air mata.

 "Kau terluka, ayo keruangan-ku" pangeran Liam tidak bisa melepaskan pelukan Anastasia jadi ia mengendong Anastasia ke ruangan-nya.

Pangeran Liam sengaja meminta raja Steve untuk membangun ruang kerja-nya dekat dengan perpustakaan, karna dia sangat menyukai membaca

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pangeran Liam sengaja meminta raja Steve untuk membangun ruang kerja-nya dekat dengan perpustakaan, karna dia sangat menyukai membaca. 

"Aku akan mengobati luka-mu" kata pangeran Liam sambil mendudukan Anastasia di atas meja kerja-nya. 

Hisk hisk hisk

"Berhentilah menangis, kau terlihat lebih jelek dari pada musang" pangeran Liam ingin membuat Anastasia berhenti menangis tapi seperti-nya lelucon-nya tidak berkerja dengan baik. Anastasia melihat meja pangeran Liam yang penuh dengan buku dan dia melihat banyak sekali buku tentang matimatika, ipa, inggris, dan banyak lain-nya. 

"Pelajaran ini sangat mudah, apa mereka masih mempelajari hal ini?" Anastasia mengambil salah satu buku matimatika dan membaca-nya, pangeran Liam terkekeh melihat Anastasia karna dia masih kecil dan pasti tidak mengerti hal seperti itu, bahkan dia sendiri menganggap itu susah apa lagi anak usia 5 tahun ini. 

"Apa kau mengerti?" Kata pangeran Liam basa-basi. "Iya, ini sangat mudah tentang Pythagoras" pangeran liam terkejut dengan jawabn Anastasia "kau tau tentang Pythagoras?" Anastasia hanya mengangguk dan mulai menggati semua rumus yang salah dalam buku itu.

~~~~~(i lewatin aja ya bagian rumus-nya 😂)

Pandangan pangeran Liam seperti tidak percaya dengan apa yang dilakukan Anastasia. "Ini semua benar, dari mana kau mempelajari semua ini?" Kata pangeran Liam sambil menatap buku itu tidak percaya, Anastasia tersadar dia melakukan sesuatu yang menarik perhatian pangeran lagi, mungkin itu keahlian-nya, pikir-nya.

"Apa yang sedang kalian lakukan?" Kata seorang dengan karisma tinggi, 

"emm aku masih bigung yang mana pangeran Henry dan pangeran Thomas" pikir Anastasia karna dia masih belum mengetahui-nya waktu itu, 

"kakak Henry sedang apa disini?" Tanya Anastasia dengan imut-nya. Muka pria itu memerah tapi dia sengaja menutupi-nya dengan menjawab singkat ,

"aku bukan Henry!". "Hohoho lihat orang ini, dia dengan mudah-nya terjebak dengan keimutanku haha

"Anastasia tersenyum puas dan ingin bermain lagi dengan kakak-nya itu "ahh..maafkan Anastasia, kalau begitu kenapa kakak Thomas disini?"sekali lagi muka Thomas memerah dan mulut nya bergelombang seperti menahan senyum.

"Bukan urusan-mu anak kecil!" Anastasia hanya memandang-nya polos dan lanjut membaca buku-buku di samping-nya. 

"Cih...apa dia mengerti semua buku memusingkan itu?" Kata pangeran Thomas, "iya dia mengerti, dia bahkan mengajariku cara untuk menyelesaikan ini, coba liat" kata pangeran Liam dengan sangat senang, Thomas hanya tersenyum samar, 

"ternyata dia pintar" itu yang dipikirkan-nya. "Liam aku ingin kau ikut dengan-ku untuk menemui yang mulia" Anastasia yang mendengar kata "yang mulia" langsung berbicara "aku ikut juga! Anastasia mau ketemu ayah!" Kata Anastasia yang di pandang bingung oleh kedua kakak-nya. "Biarkan saja dia ikut, anggap saja ini hadia karna dia membantu-ku belajar, kita bisa memberi tahu ini kepada ang mulia juga!" Kata Pangeran Liam yang di balas anggukan oleh pangeran Thomas.

The rebirth of RabeccaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang