the struggle

1.5K 241 37
                                    



Akhirnya setelah berjuang melewati pertandingan demi pertandingan, Yujin dan kawan-kawan berhasil membawa team sekolahnya mencapai semifinal liga basket antar-SMA yang paling bergengsi itu.


Hampir disetiap pertandingan Yujin selalu menjadi MVP. Dari memberi assist, melakukan blocking hingga mencetak poin terbanyak.


Kini sekolah Yujin—Stone High—akan bertanding memperebutkan tiket mejuju final melawan sekolah Akimoto High. Yang terkenal sebagai rival bebuyutan mereka sejak dulu. Kedua sekolah itu saling bersaing untuk meraih gelar sekolah terbaik di kota.


Tentu itu akan menjadi pertandingan Big Match karena mempertemukan dua sekolah paling elite.

Apalagi di semifinal ini menerapkan sistem Do or Die, dimana yang kalah akan gugur seketika.
















Yujin turun dari mobil bersama Minju, mereka jalan bergandeng tangan ke dalam GOR untuk berkumpul dengan rombongan anak-anak sekolah mereka, yang datang untuk supporteran.




"Dah kan? aku terusan ngumpul sama yang lain buat strecthing, ya?" Kata Yujin.








"Iyaa. Semangat mainnya, bayi gede!" Minju mengunyel-unyel kedua pipi Yujin gemas, kemudian secepat kilat mencuri ciuman tidak terduga dari bibir Yujin, "Good luck!"





















"WHA! IYA INI SEMANGAT BANGET!" Yujin meringis sumringah. Ena.





Jarang-jarang Minju yang berinisiatif melakukannya duluan, apalagi di tempat umum, pikirnya.



"Tapi ga kerasa ah. Kecepetan." Canda Yujin.







"Sukanya kok ngelunjak." Cibir Minju. Tak menghiraukan Yujin yang cengegesan.






"Oiya." Sebelum pergi, Yujin membuka tas olahraganya, mengambil sesuatu untuk ia berikan kepada Minju.



"Nih dipake."








Minju mengambilnya, yang ternyata itu adalah jersey team basket sekolah mereka. Dibelakangnya terdapat nama Yujin, dengan nomor punggung bernomor lima.






Minju mengulum senyumnya, "Biar apa coba?" Ia menggoda pacarnya itu.







"Biar semua orang tau kamu punyaku, lah." Kata Yujin sebelum membalikkan badan berjalan meninggalkan Minju begitu saja.





Minju terkekeh melihat tingkah pacarnya itu. Selepas Yujin pergi, Ia segera beralih mencari keberadaan sahabatnya, Hyewon.
























Di lain tempat, Yena juga baru saja tiba di GOR bersama Yuri menaiki CBR250 hitam-kuning kebanggaannya.


Sebelum mereka berpisah arah, Yena meraih tangan Yuri dan membuat gadis itu heran.



"Kenapa?"





"Ini.." Yena mengambil kuncir rambut di pergelangan tangan Yuri, "Aku bawa ya."





"Hah? Buat?" Yuri masih tidak paham.





Yena dapat mencium harum khas rambut Yuri—yang menjadi candunya—menempel di kuncir itu. Makanya, ia jadikan kuncir rambut Yuri sebahai gelang di tangannya. Itung-itung bisa jadi pendorong semangatnya ketika ia bermain nanti.





bittersweetTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang