Chapter 3

34 7 0
                                    

LUCU

👟👟👟

Naya,memang hari ini tidak masuk,karna semalam ia Demam tinggi karna kehujanan.

Naya duduk di atas kasur nya,ia ingin segera sehat,Naya tidak mau jika dia harus terus berbaring di atas ranjang.

CEKLEEK..

suara pintu terbuka,memperlihatkan seorang cewe remaja,Satu tahun lebih tua dari Naya.

"Heh!Naya!" Seru Cewe itu sambil menghampiri Naya
Naya masih bergeming di atas sana,ia masih shock,dengan kedatangan kaka nya Ralat-Kaka ANGKAT nya.

"Semaleman kemana aja lo hah?!" Tanya Chleo pada Naya.

Naya masih diam, ia sangat kesal pada kaka Angkat nya ini,karna hampir setiap hari,kaka nya ini marah marah tanpa sebab,atau tidak, Memarahi Naya hanya sekadar meluapkan kebencian nya dan hanya ingin mencari cari kesalahan Naya.

"Dasar!Jalang!!" Maki kaka nya sambil menatap Naya sinis,Lalu menampar pipi kiri Naya.
Wajah Naya mengikuti arah tamparan kaka nya setelah,Sangking Keras nya Tamparan Chleo.

Tangan Naya mulai mengepal kuat di balik selimut nya,ia sudah sangat kesal pada kaka nya yang tidak pernah mengerti perasaan nya dan tidak pernah Intropeksi Diri.
Naya berdiri walau samar samar masih terlihat lunglai.

"Ngapain Berdiri!Masih sakit aja belagu banget!" Seru Chleo

Naya Menarik Nafas nya dalam dalam untuk menetral kan Deru jantung nya yang semakin berdetak kencang karna emosi nya.

"kak! Asal lo tau ya!Harus nya lo cermin dulu kak! Selama ini yang selalu pulang tengah malam siapa?!Ehh Ralat,Selama ini yang selalu pulang Jam 3 pagi siapa?!Pulang pulang keadaan kaka aja udah berantakan! Gue tau kak! Lo tau gue kemarin pulang malam karna,dikasih tau Bunda kan?! kalo seandai nya gak bunda kasih tau kalo gue pulang malam,lo juga gak akan perduli kan kak?! Gue tau lo pura pura perduli kayak gini cuma buat marah marahin gue doang kan?!karna isi di hati lo.." Naya berhenti mengucapkan kata kata nya,dia maju satu langkah agar lebih dekat dengan Chleo,lalu mengacungkan Satu jari telunjuk nya untuk menunjuk tepat di bagian letak hati nya.

"Karna isi di hati lo cuma ada rasa benci sama gue! gue tau kak,lo merasa gak adil karna perlakuan ayah sama bunda yang kurang perhatian sama lo,semenjak ada gue di keluarga ini! tapi kan bisa di selesaikan dengan baik baik, gak perlu benci bencian! gue mau lo yang dulu kak!" Ucap Naya sambil mengatur nafas nya setelah ia mengungkapkan seluruh nya pada Chleo.

Chleo melihat jari telunjuk Naya yang mengacung ke arah wajah Chleo.

"Jangan songong lo sama gue!"
Chleo menepis kasar tangan Naya.

"Gue lebih tua dari lo! Dan jangan sok tau lo! Kata siapa gue merasa gak adil dengan perlakuan ayah sama bunda?! Inget baik baik ya! Gue akan buktiin kalau gue yang lebih di sayang di sini! Bukan lo!" Ucap Chleo sambil menekankan kata 'Yang lebih di sayang di sini gue bukan Lo!'.

Chleo beranjak pergi dari tempat itu,Chleo memutar arah Tubuh nya dan Mulai berjalan.

"Satu lagi kak! jangan pernah sebut gue JALANG! karna gue bukan kaya lo!" Ucap Naya saat Chleo jalan sambil menekan kan kata 'Karna gue bukan kaya lo!'

Chleo berhenti sesaat,Saat menyadari,bahwa tak lama lagi Rahasia nya terbongkar.
Chleo memutar,menghadap Naya lalu mulai berjalan mendekati.

"Heh! Jaga bicara lo ya! Jangan sembarangan lo kalo ngomong! Apa maksud lo ngomong kayak gitu hah?!" Ucap chleo sambil memegang kedua pipi Naya dengan Satu tangan,dan kelima jari Chleo berhasil membuat pipi Naya terjepit jari nya.
Naya meringis kesakitan.Chleo melepas tangan nya dari pipi Naya.
Dan mulai mengangkat tangan untuk menampar pipi kanan Naya,Tangan nya mulai mengayun untuk menampar pipi Naya...

CEKLEEEK..

Tetapi suara pintu terbuka berhasil menyelamatkan kan Naya dari Jeratan Chleo,Chleo memberhentikan aksi nya dan mulai ke posisi biasa biasa saja,lalu Ia menggeram kesal dan pergi dari kamar Naya melewati ke dua cewe yang ada di samping pintu,melihat Naya yang hampir di Tampar.

kedua cewe itu pun menghampiri Naya yang sudah berada di atas Kasur nya duduk termenung sambil Memeluk kaki nya sendiri dan membuat lutut nya sebagai tumpuan wajah Naya,setelah memastikan Kaka nya tadi tidak kembali lagi dan segera menutup pintu kamar Naya.
Naya menahan luapan air mata nya,Tetapi hal itu gagal untuk di tahan karna,butiran air bening sudah lolos melewati ujung mata dan sudah mengalir melewati kedua pipi nya.

"Jangan nangis Nay" Ucap Niti,sambil mengelus punggung Naya dengan telapak tangan nya.

"Nay,kok bisa sih kaka lo sejahat ini? Baru banget gue lihat tadi kaka lo kaya gitu,biasa nya waktu kita main ke sini,kaka lo Baik banget sama kita" Ucap Nia panjang Lebar

Niti memelototi Nia dengan tatapan 'jangan ngomong sekarang bego!'

"Ma-maaf Nay"

Nia memegang tangan Naya,suhu badan Naya sangat tinggi.

"Astaga Nay! Lo panas banget!" ucap Nia sambil masih memegangi tangan Naya

"Nay,lo masih sakit ya? Istirahat aja dulu" Ucap Niti sambil mengecek suhu badan Naya dengan punggung tangan nya yang ia ulurkan untuk memegang dahi Naya.

"Gimana gue mau istirahat kalau, lo semua pada ganggu gue" Ucap Naya dengan Lirih.

"Yaudah Nay,Kita balik ya supaya lo bisa lebih nyaman istirahat nya" Ucap Niti pada Naya,lalu menarik tangan Nia untuk ke keluar dari kamar.

"Iya hati hati ya" Naya tersenyum saat mereka sudah membuka pintu untuk keluar.

Naya tersenyum bukan karna Nia dan Niti pergi tetapi,karna pintu yang sedikit terbuka,memberikan sedikit celah di sana dan nampak lah Sebuah telinga yang tertempel di sana.

Naya terkikik sendiri melihat kakak nya itu,Nia memberikan kode pada Niti untuk tidak membuka pintu dulu.

Nia mulai berhitung dengan jari nya,untuk memberi kode.

SATU...

DUA...

ucap Nia tanpa suara hanya memberikan gerakan tangan nya sesuai angka yang ia sebut kan.

TIGA...

Pada hitungan ketiga,Nia mulai membuka Pintu dengan kencang.
Membuat Chleo yang masih berada di seberang pintu sana,hampir tersungkur ke bawah kaki Nia dan Niti,untung saja ia masih bisa menjaga keseimbangan tubuh nya,Chleo menegakkan Tubuh nya kembali dan memasang muka datar nya.

Di dalam sana Naya ingin sekali tertawa puas.

"Kaka ngapain di sini?" tanya Niti
"Niti! Ternyata di sini ada yang suka Nguping" ucap Nia sambil menahan tawa nya
"Brisik lo! Udah sana balik!" Ucap Chleo dengan jutek nya.

"Iya..iya! Setdah galak amat!" Ucap Nia
"Dasar Nenek lampir" gumam Nia
"Gue masih bisa dengar ya!"
"Laah?! Siapa yang bilang kaka budek?! ehh bukan! Siapa yang bilang kaka bolot?!" Ucapan Nia lagi
"Awas lo ya!" Chleo memelototi Nia lalu beralih ke Niti.
Niti menyadari hal itu dan kemudian menarik tangan Nia untuk pergi dari sana.

"Iisshh,kenapa siih? Santai aja kali!" ucap Nia sambil berjalan karna di tarik Niti

"Lo mau Dia ngamuk?!" Tanya Niti

"Kan emang dia Nenek Lampir! kerjaan nya marah marah mulu!" ucap Nia sengaja mengeraskan suara nya

"KENAPA MASIH DI SINI KALIAN?!!" Teriak Chleo sambil menghampiri mereka berdua dengan sapu yang berada di tangan Chleo.

"NITI! KABUR!! NENEK LAMPIR NGAMUK!" ucap Nia sambil menarik tangan Niti ke dalam mobil.

Saat sampai di dalam mobil,mereka berdua tertawa puas,sedangkan di belakang sana Chleo masih teriak teriak tidak jelas,tidak terlalu terdengar suara nya.

👟👟👟

Hy guyss makasih udah baca,jangan lupa Vote nya yaaww, and Comment kalau perlu.

Makasih.

Love you Readers..

NEXT!

NayanaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang