Sebuah ikatan perasaan yg di latar belakangi oleh dua kehidupan yang berbeda
Jang wonyoung tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan bertemu untuk kedua kalinya kepada seseorang yang sangat ia kenal.
Tadinya ia adalah manusia biasa yang terlahir kem...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Disinilah aku berada, di tempat asing yang tidak di ketahui orang. Bahkan aku pun tidak tahu ini tempat apa. Dari petunjuk ini memang benar ini tempat yang di maksud.
Aku sampai di depan sebuah rumah yang tampak sudah tidak berpenghuni. Walau begitu rumahnya cukup besar dan bersih. Aku lalu memencet-mencet bel pagar rumah tersebut, tetapi tidak ada reaksi apapun. Oh aku lupa, mungkin di dalam sudah tidak ada orang. Ah tapi mana mungkin rumah seindah ini tidak berpenghuni.
Karena memencet bel tidak ada gunanya, aku langsung membuka pagarnya dan ternyata tidak di kunci.
Aku sampai di depan pintu utama rumah tersebut,Karena jarak pagar dan pintu masuk cukup jauh.
Aku meraih kenop pintu dengan hati-hati dan membukanya.
Betapa terkejutnya ketika aku sudah berada di dalamnya.
Apa ini? Mengapa ruangan disini berwarna putih bahkan semuanya. Disini tidak ada sudut manapun. Ruangan yang kosong dan hampa, tidak ada apa-apa disini.
Aku berniat kembali dari sini, tetapi setelah aku berbalik pintu utama tadi sudah hilang. Apa maksud semua ini? Bagaimana aku bisa pulang.
Berlari dan mencari pintunya adalah satu-satunya cara.
Sudah hampir 10 menit lebih aku rasanya hanya memutar-mutar saja. Keringat sudah bercucuran dan nafas yang tidak beraturan.
Tempat apa ini sebenarnya, ruangan yang tidak berujung dan disini hanya dihiasi warna putih tidak ada warna lagi selain putih.
Cukup, tenagaku sudah tidak kuat. Bahkan berdiri saja rasanya tulangku hampir patah. Aku mendudukkan diriku dan berusaha mengatur nafas.
"puas bermainnya, won-young? "
Aku menoleh cepat ke arah sumber suara, tapi tidak ada satupun orang di sini.
" Hai"
Suara itu lagi, tapi mengapa tidak ada orang disini.
"di belakangmu Wonyoung"
Aku dengan cepat menoleh ke belakang, mataku membulat kaget saat melihat sesosok perempuan yang menyerupai dirikku, tetapi dengan pakaian yang berbeda.
Dia tengah melambai riang ke arahku dan tersenyum manis.
Badanku gemetar, menggeleng tidak percaya. Aku merasa takut melihat dirikku yang lain.
Tolonglah jika ini mimpi siapapun sadarkan aku.
Aku mundur perlahan demi perlahan.
"jangan takut Wonyoung, aku tidak akan melukaimu"kata Wonyoung yang lain sambil tersenyum
"dari mana kamu tau aku Wonyoung"suara Wonyoung gemetar.
"aku adalah kau yang terdahulu, nama asliku Alexandra zelovi. Dan kau adalah aku di masa depan"