"aku memang punya cinta untukmu, tapi logika ini lebih baik untukku."
---
Stefa memutuskan untuk tidak mengikuti pelajaran bahasa Indonesia. karena jika dia masuk ke kelas sekarang, dia akan mendapati hukuman dari pak hertno. ia lalu beranjak untuk menuju ke UKS. saat sudah sampai di sana, stefa mengistirahatkan tubuhnya yang sempat syok akibat kejadian tadi. sebentar lagi jam pulang, dan stefa masih berada di UKS. dia sempat tertidur dengan pulas, namun ketika ia mendengar ada yang membuka pintu uks, stefa langsung membuka matanya perlahan.
"stefa Lo sakit apa?" tanya Jihan yang menutup kembali pintu uks.
"tadi gue cuma pusing dikit, terus ketiduran deh gue disini hehehe."
Jihan hanya mengangguk setelah stefa memberi tahukan.Stefa melirik jamnya langsung pamit kepada Jihan untuk segera pergi ke kelasnya, kerena tidak lama lagi bel pulang akan berbunyi.
"kalo gitu gue duluan ya han. udah mau bel pulang soalnya hehe." Kata Stefa dan berlalu meninggalkan Jihan.
"stef..steff." kata Jihan lalu menggeleng- geleng kepala tidak mengerti,melihat tingkahnya.
---
Stefa mempercepat langkahnya untuk segera sampai di kelas. Ia yakin bahwa saat ini pak hertno masih berada di kelas, dan saat sampai pasti ia akan diberikan beribu ribu pertanyaan, karena baru masuk di saat pelajaran selesai. stefa sudah berada di dekat kelasnya, ia menarik nafas dalam-dalam lalu masuk. Pak hertno menatapnya dengan tatapan yang sudah siap mengintrogasi muridnya yang sudah bolos di jam pelajarannya.
"Stefa kenapa kamu baru masuk! Dari mana saja kamu?!"
"ini pak anu- ta-tadi saya pusing pak terus ke UKS deh." katanya dengan gelagapan.
"Oh gitu, tapi kamu gak bohong kan?!" tanya pak hertno memastikan, jika ia sedang tidak di bohongi.
"Benar pak masa saya bohong. Jihan juga ada kok disana."
Pak hertno hanya mengangguk paham, dan menyuruh stefa segera duduk di bangkunya. Cella dan shiren yang mendengar pengakuan stefa barusan, mengernyit heran karena setau mereka, saat mereka balik dari kantin stefa pamit ke toilet sebentar.namun ia juga tidak kembali saat pelajaran pak hertno di mulai. Dan sekarang ia mengatakan bahwa di berada di UKS, karna merasa pusing. Ketika sudah berada di bangkunya stefa hanya merapikan peralatan yang masih berada di atas meja. Ketika ia menoleh cella dan shiren masih menatapnya dengan tatapan yang ingin meminta penjelasan lebih.
"Kenapa?"
"Lo sakit apa stef? Bukanya Lo baik-baik aja pas pamit ke toilet?" Tanya shiren yang sangat penasaran.
"Tadi gue sempat pusing, pas mau balik ke kelas. Jadi gue ke UKS deh."
cella dan shiren hanya berOriah. Dan Bel pulang pun sudah terdengar, seluruh siswa bersorak dan berhamburan untuk pulang. Cella dan shiren sudah pamit untuk pulang duluan. sedangkan, stefa yang masih berada di kelas bergegas untuk meminjam buku yang berada di perpustakaan. ia melewati tangga sebelah kiri, yang lebih cepat sampai ke perpus.ketika ia tengah berjalan di koridor yang sudah sepi, tidak sengaja yang mendengar suara orang yang sedang berdebat. stefa pun sedikit memelankan langkahnya agar bisa mendengar lebih jelas siapa pemilik suara tersebut.
"Gue salah apa bas? kenapa Lo mau kita udahan?"
"karna gue gak pernah suka sama Lo! Gue nembak Lo bukan dasar karna gue cinta sama Lo!"
"Ck, Lo pasti bohong kan? Gue tahu Lo nembak gue karna Lo juga cinta sama gue iya kan bas?" Irene yang setengah berteriak, sambil menangis histeris membuat stefa sedikit tidak tega kepadanya.
"Gue rasa apa yang gue bilang udah cukup jelas. Dan kalo Lo mau tau yang sebenarnya lebih baik lo tanya aja sama nyokap Lo."
"BASTIAN! Jangan pergi gue cinta sama Lo bas!" teriak Irene dengan tangisan yang semakin menjadi-jadi.
stefa melihat Irene yang menangis dengan perasaan yang begitu perih. stefa langsung menghampiri nya dari arah belakang dan menepuk pundak Irene pelan. di saat seperti ini, ia tidak ingin egois hanya karena seseorang yang ia cinta. di sisi lain stefa juga seorang wanita, yang bisa merasakan bagaimana sakitnya perasaan yang tengah di rasakan Irene saat ini.
"udah ren, pulang yuk udah sepi." stefa yang mengajak irene untuk pulang, tidak di anggap olehnya sama sekali. Malahan Irene memperlihatkan wajah tidak sukanya kepai stefa.
"puas Lo! Bastian udah mutusin gue. Dan lo? gak usah sok simpati sama gue karna gue gak butuh!" Irene cepat-cepat menghapus air matanya. dan langsung pergi meninggalkan stefa dengan tatapan kebencian.
---
ngobrol bertiga
cella pricillia "Heiiiiiapa kabs?."
Read.
cella pricillia "idih di read doang_-"
shiren valeta "bacot."
stefanny arsyinta "2."
cella pricillia "fix gue ngambek-_-"
shiren valeta "lebay."
stefanny arsyinta "2."
cella pricillia "boneka aja aku peluk apalagi kamu eakk"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
shiren valeta "gjelas bet."
stefanny arsyinta "kurbel mah gitu."
cella pricillia "Oke gue di bully." "aku gak bisa diginiin." "aku gak kuat." "buang ade di rawa-rawa bang."
Read.
cella pricillia "gak seru banget lo berdua." "gue pergi bye."
Read.
Cella yang memandang layar ponselnya dengan sangat hampa. hanya bisa sabar dengan kedua sahabatnya itu yang sama sekali tidak membalas, melainkan hanya di read.karena merasa bosan cella pun memilih untuk tidur.
"untung sahabat, kalo bukan udah gue buang tuh di panti jompo."
---
"Aku memang punya cinta untukmu, tapi logika ini lebih baik untukku."