Beranjak Dewasa!

189 3 0
                                        

Hari yang telah ku jalani menjadi pengalaman yang akan tersimpan di memori otak yang sesungguhnya luas tapi terasa sempit.

Bila ku ingat dari kecil sampai sekarang aku sangat menyesal tidak belajar agama sungguh-sungguh.

Aku mencoba memulai belajar ilmu agama perlahan-lahan.

Kata orang tidak ada kata terlambat untuk belajar.

...

Semakin kesini seleksi pertemanan semakin sempit.

Dahulu dikelilingi banyak teman tapi hanya satu atau dua yang benar-benar tulus memahamiku.

...

Semakin kesini aku merasa orang tua bertambah sensitif untuk setiap hal. Entah tentang pekerjaan, jodoh, anak, cucu dan masih banyak lagi.

Tapi aku mencoba untuk peka terhadap kemauan orangtuaku.

...

Semakin kesini aku bercermin dan melihat diriku yang sudah tidak lagi muda.

Aku terkadang sedih mengingat semuanya. Tetapi aku harus bersyukur menikmati semua ini.

Hidup ini akan terus berlanjut ke arah yang lebih kekal.

Amal dan ibadahku masih sangat kurang dibandingkan orang lain.

Tapi aku akan mencoba mengejar itu semua.

...

Aku menyesal telah lalai dan banyak mengikuti hawa nafsuku.

Sering aku bertanya kepada diri sendiri. "Kenapa aku melakukan hal itu?!"

Tapi aku mencoba berdamai dan memahami kesalahanku dan mencoba memperbaiki dan tidak mengulangunya lagi.

...

Kini aku sedang beranjak dewasa.

ReminderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang