Bagaimana jika tiba" Sakura dijodohkan...???
dan bagaimana kehidupan seorang Miyawaki Sakura setelah perjodohannya dengan Hwang Minhyun...???
Miyawaki Sakura x Hwang Minhyun 🌸🦊
Minhyun berjalan sedikit cepat mengikuti Sakura yang terus berlari saat mereka sampai stasiun kereta. Minhyun hanya menggelengkan kepala saat melihat tingkah Sakura yang seperti anak kecil.
Apa dia sebelumnya belum naik kereta...??
"Minhyun, cepat sedikit..."
Minhyun mendengus lelah "Iyaaa..."
Bagaimana tidak lelah ?? Minhyun membawa dua koper besar. Memang rencananya Minhyun dan Sakura akan tinggal di Busan seminggu.
"Kenapa kita tidak naik mobil saja sih...??" Tanya Minhyun sembari menyandarkan tubuhnya setelah mereka sampai didalam kereta.
"Mobil sudah terlalu biasa Minhyun..."
"Tapi ini lebih melelahkan sayangku..." Ucap Minhyun yang membuat Sakura terkekeh menahan geli.
Sakura berjalan kearah kursi depan yang memang kosong dan menatap keluar jendela, "wooahh..."
Minhyun hanya melihatnya dari kejauhan tersenyum sambil mengeluarkan kamera miliknya.
Ckrek
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Anggep aja keretanya begini wkwk :v )
Yeppo...
Sakura yang sadar dirinya telah difoto menoleh kearah Minhyun. "Kau memotret ku...???"
"Kenapa...??"
Sakura kembali berjalan menuju tempat duduknya "aku ingin lihat..."
"Tidak, ini rahasia..." sambil menjauhkan kameranya
"Aisshh mwoyaa..."
"Minhyun..." Panggil Sakura
"Kenapa...??"
"Aku ingin melihat pantai diBusan"
Minhyun menoleh kearah istrinya yang sedari tadi hanya memandangi pemandangan lewat jendela kereta.
"Jangan bilang kau belum pernah pergi kepantai ???"
Sakura memukul kepala Minhyun "Yak! tentu saja aku sering kepantai. Tapi tidak diBusan"
"Sudah lama aku tidak bermain dipantai..." ucap Sakura sembari menopang dagunya.
Busan,
"Akhirnya sampai..." Ucap Sakura
Minhyun memencet bel, dan tak lama seorang wanita paruh baya menyambut kedatangan mereka.
"Eomma..." ucap Minhyun sebari memeluk ibu yang sudah lama ia tidak jumpai.
"Minhyun-ah...ibu rindu sekali padamu nak..."
"Ommo, Sakura..." Ucap ibu saat melihat menantu kesayangannya itu.
"Ibuu, aku merindukanmu..."
"Ibu juga sangatttt merindukan mu Sakura.."
Sakura tersenyum lebar saat wanita yang dihadapannya itu menyentuh pipi dinginnya.
"Ayo kita masuk, diluar cuacanya sedikit dingin..." Ucap Ibu
Saat Minhyun dan Sakura memasuki rumah, keduanya disambut hangat oleh seorang pria separuh baya dengan wajah rindunya.
"Anakku Hwang Minhyun, Sakuraa..." Ucap pria itu sembari merentangkan tangannya menyambut pelukan dari anak semata wayangnya.
"Ayah..." Ucap keduanya sembari memeluk pria itu bersamaan.
Diruang keluarga,
"Jadi kalian akan tinggal disini selama seminggu...??" Tanya Ayah.
"Iya ayah, lagi pula sebelum acara Sakura ingin sekali jalan" diBusan".
"Ayah dan ibu pastinya akan sangat senang jika kalian tinggal lebih lama lagi disini" Ucap Ayah.
"Sakura sayang, Minhyun memperlakukan dengan baik kan selama ini...??" Tanya ibu
Sakura memandang Minhyun yang justru menunjukkan senyum khasnya. "Tentu ibu, dia selalu memperlakukan ku dengan baik" jawab Sakura
"Ahh ibu sudah tidak sabar menunggu kalian mempunyai anak" ucap Ibu yang langsung membuat Sakura membulatkan matanya.
"Eemm ibu, sepertinya Sakura sudah terlihat lelah, kami akan kekamar dulu..." Ucap Minhyun sembari menggandeng tangan Sakura menjauh dari situasi saat ini.
Ayah dan Ibu hanya saling memandang saat Minhyun dan Sakura meninggalkan mereka.
Minhyun mengandeng Sakura menaiki tangga menuju kamar Minhyun.
"Kamarmu dilantai berapa...?? Dari tadi tidak sampai"..." Tanya Sakura kesal.
"Lantai paling atas..."
"Mwo...??" Sakura terkejut karna dia tau rumah ini bertingkat tiga
"Sudah sampai..." Ucap Minhyun saat berhenti disebuah ruangan yang Sakura sendiri pun belum pernah memasukinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Woahhh..." Sakura terkejut saat melihat design kamar Minhyun.
"Terkejut...??" Tanya Minhyun yang melihat istrinya hanya membuka mulutnya.
"Aku sengaja mendesign seperti ini, karna memang aku suka ketenangan. Aku juga bisa membaca ditempat tidur yang langsung berhadapan dengan pemandangan luar" jelas Minhyun.
Sakura tersenyum mendengarkan penjabaran Minhyun, dia bisa lebih banyak tau tentang pria yang sekarang menjadi suaminya itu.
"Tapi tidak apa" jika jendela seperti ini...?? Apa tidak sangat jelas terlihat dari luar...??" Tanya Sakura yang sudah berdiri didepan jendela.
"Sakura, ini kamar dan ruangan paling atas dan ya kau tau kawasan disini hanya untuk beberapa orang saja"
Ya, Sakura menyadari bahwa dia menikah dengan seorang anak dari konglomerat Korea. Tentu saja.
"Tapi tetap saja, bagaimana jika ada yang mengintip" ucap sakura sembari melihat" sekeliling.
Sakura baru menyadari jika didalam kamar tidak ada sofa seperti kamar Minhyun diSeoul.
Tidak ada sofa disini...???
"Kau mencari sofa...??" Tanya Minhyun
Yaaa bagaimana dia bisa tau...
"Tidakk..."
Minhyun menghempaskan tubuhnya kekasur favoritnya itu "Kau dan aku akan tidur ditempat tidur ini"