47. Konten Saweran dan Identitas Diri

1.2K 144 5
                                        

Dona berdiri di depan ring light dengan wajah penuh makeup mencolok. Rambutnya ditata rapi dengan aksesori yang berkilauan, dan dia mengenakan gaun yang memantulkan cahaya seperti bola disko. Kamera menyala, dan Dona langsung berubah. Dia menyapa penontonnya dengan suara google asisten. “Hai semuanya! Selamat datang di sesi live Bella Mooi malam ini! Kita bakal seru-seruan bareng sambil belajar makeup.”

Bella yang duduk di sofa tidak jauh dari sana hanya bisa geleng-geleng kepala. Dona yang sehari-hari macho dan santai, tiba-tiba berubah menjadi persona yang melambai dan energik di depan kamera. Saat sesi makeup selesai, Dona bahkan menutup live-nya dengan menari-nari tak jelas sambil melambaikan tangan ke arah kamera.

“Luar biasa...” Bella menggumam dengan nada sarkastik ketika Dona akhirnya menutup sesi live-nya.

Dona melepas aksesori di rambutnya dan menatap layar ponselnya dengan semangat. “Kak, lihat ini! Tadi malam aku dapat 30 juta dari saweran.”

Bella mengangkat alis, tidak percaya. “Kamu serius? Dari live makeup itu?”

Dona mengangguk dengan bangga. “Iya, 30 juta! Dan ini belum termasuk endorsemen yang masuk minggu ini.”

Bella mendesah, lalu bertanya, “Kenapa kamu bikin konten kayak gitu? Maksudku, konsepnya agak... nggak cocok sama kamu.”

Dona tertawa kecil, mengambil segelas air minum. “Awalnya aku iri sama temanku, Nindy. Dia selebgram yang hidupnya kelihatan santai banget. Dapat uang hanya dengan bikin konten makeup atau unboxing barang-barang. Aku iseng coba-coba, eh ternyata aku juga bisa.”

Bella mengamati Dona dengan tatapan serius. “Tapi, kamu tahu kan kalau jadi dirimu sendiri juga bisa menghasilkan uang sebanyak itu? Dulu aku pakai konten edukasi juga sukses."

Dona mengangkat bahu. “Mungkin karena aku merasa konsep Bella Mooi lebih fun. Lebih bebas berekspresi.”

Bella menghela napas panjang. “Kamu tuh aneh, Don. Dari dulu kamu suka eksperimen. Tapi, nggak semua eksperimen bagus, kan?”

Dona mendekati Bella dan duduk di sampingnya. “Kamu juga pernah bilang itu waktu aku ngajak kolaborasi promosi skincare P-Farma dulu. Tapi lihat, ternyata kolaborasi kita berhasil besar.”

Wajah Bella langsung mengeras. “Jangan ingatkan aku tentang itu. Komentar netizen waktu itu masih menghantui.”

Dona tertawa pelan, menepuk bahu Bella. “Netizen memang kadang kejam, Bella. Tapi kamu harus ingat, mereka hanya ngomong dari balik layar. Mereka nggak tahu siapa kamu sebenarnya.”

Bella terdiam, menatap lantai.

Dona melanjutkan dengan nada lembut, “Hidup itu bukan soal menyenangkan semua orang, Kak. Kamu harus jalani hidup yang kamu mau. Kalau kamu mau kolaborasi lagi, aku yakin hasilnya bakal luar biasa. Tapi kalau nggak, itu juga nggak masalah. Yang penting kamu nyaman dengan dirimu sendiri.”

Bella memandang Dona sejenak. Kata-kata itu terasa menyentuh hatinya. Meski dia belum sepenuhnya yakin, ada sesuatu dalam diri Dona yang selalu berhasil membuatnya merasa dihargai, bahkan ketika dunia tampaknya berlawanan dengannya.

***

Bella Mooi udah tamat ya gaes

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bella Mooi udah tamat ya gaes. Yang penasaran banget sama lanjutannya dan merasa kelamaan nunggu  updatenya di Wattpad silakan ke karyakarsa.

Bella Mooi (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang