Alexa pov
"shit! "umpatku sambil menutup telingaku dengan bantal piggy kesayanganku.
"ALEXAA KAU MENGUMPAT... OMGG AKU AKAN BILANG DAD"teriak frustasi zach. Aku yang mendengarnya hanya diam tak menyaut. Tapi ketika aku ingin melanjutkan tidur indah ku ini. Ada banyak bantal yang menghantamku.
BUGHH BUGHHH
"APAA YANG KALIAN LAKUKAN?! TIDAK BISAKAH KALIAN TIDAK MENGGANGGUKU?! INI MASIH PAGI DAN AKU MAU TIDUR,TADI MALAM AKU HABIS MENONTON. JADI HENYAHLAHHH"teriakku,bukannya berhenti mereka tetap saja memukul ku dengan bantal.
"baiklah, aku bangun"ucapku kesal, aku segara duduk dengan keadaan setengah sadar. Mereka yang melihat itu tersenyum puas.
"ohhh akhirnya kau bangun, cepatlah kau mandi kita akan sarapan"ucap daniel, tapi aku hanya memandangnya kesal.
"hei vale kau ikut bersekutu dengan lima makhluk idiot ini"ucapku pada vale, yang disebutkan namanya hanya menyengir tidak jelas.
"maaf lex, tapi memang kau payah sekali dibangunkan" ucapnya sambil menunjukkan jari kelingking.
"kali ini aku maafkan,tapi kalau kau bersekutu lagi dengan mereka. Aku tidak akan membelamu kalau kau dibully di sekolah"ucapku sambil menatapnya tajam, vale hanya mengangguk.
"hei hei sudah, lex cepat kau mandi, mom sudah menunggu dibawah"ucap jonah, aku hanya memutar bola mata mendengarnya.
"pergilah kalian,aku mau mandi"usir ku pada lima makhluk idiot dan sekutunya. Mereka bukannya pergi mereka malah duduk di sofa yang ada dikamar ini.
"APA KALIAN TIDAK DENGAR?! KALIAN MAU MELIHAT AKU MANDI?! "teriakku, seketika mereka berlari Terbirit-birit keluar dari kamarku.
Alexa pov end
Semua orang sudah berada diposisi dengan mata berbinar melihat makanan. Tapi dad mereka melarang karena harus menunggu yang lain. Siapa lagi yang mereka harus tunggu kalau tidak alexa. Alexa yang dari tadi tidak turun membuat semua kesal kecuali mom and dad mereka.
"dad ayolah, aku sudah lapar" ucap jack dengan memelas. Dadnya hanya melihat dan melanjutkan membaca berita dari koran.
"tidak jack, kita harus menunggu alexa dulu"ucap dad, yang lain mendengar hanya diam tidak berani menjawab.
Setelah sekian lama menunggu, akhirnya yang ditunggu datang juga. Alexa datang melewati gagang tangga dengan cara merosot. Dad nya yang melihat itu hanya menggelengkan kepala.
"morning all" sapa alexa, dan segera mencium mom dan dadnya.
"tidak bisakah kau jalan melewati anak tangga itu alexa? "tanya dad, yang ditanya hanya menyengir tidak jelas.
"tidak dad, itu tidak seru"ucap alexa kemudian duduk di kursi samping vale.
"ayo makan apa yang kalian tunggu? "tanya alexa, yang lain mendengarnya kesal. Pasalnya dia tidak merasa bersalah sama sekali .
"alexa chritina francies,kau mau tau siapa yang kita tunggu? "tanya corbyn. Alexa mengangguk,kemudian ada rasa ingin tau didirinya. Siapa yang mereka tunggu? Tanya alexa pada diri sendiri.
"kau?! "ucap mereka serempak, alexa hanya mengangkat bahu acuh.
"sudah-sudah ayo kita makan"ucap mom mereka menengahi.
"bagaimana sekolah kalian boys? "tanya dad pada jonah, corbyn, daniel, jack, dan zach.
"baik"ucap mereka serempak.
"kalau kalian girls? "tanya dad pada alexa dan valentine.
"baik dad" jawab valentine.
"kenapa hanya vale yang menjawab? Bagaimana dengan sekolah mu alexa?"tanya dad pada alexa.
"seperti biasa, jika aku tidak diganggu aku tidak akan buat masalah"ucap alexa tenang.
"kau baru saja dipanggil guru konseling kemarin lexa"ucap daniel dan memutar bola mata.
"benar itu alexa? "tanya dad kembali.
"yaa, tapi mereka duluan yang mencari masalah. mereka mengambil buku tugas vale tanpa izin. Jadi aku marah"ucap alexa sambil menyuapkan makan ke mulutnya.
"kurangngilah prilaku tidak baikmu itu nak, kau anak perempuan. Jangan nakal seperti kakakmu"ucap mom, alexa mengannguk mendengarnya.
"baik mom"jawab alexa. Setelah itu mereka makan dengan tenang.
KAMU SEDANG MEMBACA
DELICATE
Fiksi PenggemarI really dont care about what anyone think of me every time and every where. I am who i am, i don't live to please you and my life is not from you
