Author pov
"guys, bagaimana kalau kita hari minggu besok pergi menonton? "tanya alexis pada alexa dan valentine, saat ini mereka sedanh berjalan keluar kelas. Karena jam sekolah sudah selesai.
"nonton apa? "tanya alexa.
"romancee"ucap valentine excited.
"tidak, horor lebih seru "ucap alexa. Alexis yang menyetujui ucapan alexa.
"yaa, kita bisa membawa makhluk-makhluk idiot itu dan suruh mereka membayar semuanya"ucap alexa lagi.
"yaa kau benar,tapi kau taukan sekarang kakak-kakak kita sudah mempunyai kekasih pasti mereka akan mengajak kekasih mereka. "ucap alexis. Tampak alexa sedang berpikir.
"ahaa aku punya ide, sebaiknya kita aja saja kekasih mereka. Biar dia yang pegang belanjaan kita"ucap alexa lagi.
"cukup bagus,baiklah nanti akan aku kabari kalian"ucap alexis.
Mereka sudah didepan gerbang sekolah dan sekarang menuju jemputan masing-masing.
"alexis, kau tidak bersama kami pulang?"tanya vale, alexis menggelengkan kepala.
"tidak, harry berjanji akan pulang bersamaku"ucap alexis,
"yasudah, kami pulang alexis"ucap valentine dan alexa bersamaan.lalu mereka pergi kemobil hitam yang kaca jendelanya menampakkan jonah.
"bye alexis"ucap jonah, sambil melambaikan tangan.
Author pov end.
Alexis pov end.
"bye alexis"ucap jonah , sambil melambaikan tangannya.
Sekarang aku sendiri, alexis dan valentine sudah pulang. Aku tidak menumpang pada alexa karena harry berjanji menjemputku. Tapi sampai sekarang belum. Ada tanda-tanda kedatanganya. Tiba-tiba suara deru motor menyeruak ditelingaku.
Brummm brummm
Sipengendara sepeda motor itu berhenti didepanku.
"hai alexis"ucap sipengendara motor itu, kalian mau tau siapa dia? Dia zayn teman kakakku.
"hai zayn, kenapa kau disini? "ucap ku. Zayn hanya tersenyum padaku.
'yaa tuhan senyumannya manis sekali'teriakku dalam hati.
"harry tadi menyuruhku menjemputmu, karena dia akan mengantar kenny. Dia tau kalau kau tidak suka kenny jadi dia menyuruhku untuk menjemputmu"ucap zayn, aku kesal setengah mati dengan harry dia padahal sudah berjanji padaku tapi dia mengingkarinya.
"tidak usah zayn, aku tidak mau merepotkanmu"tolak ku secara halus pada zayn.
"tak apa, lagian rumahku searah dengan rumahmu"ucap zayn.
"aku tidak merepotkan? "tanya ku lagi.
"tidak, ayo"ucapnya lalu siap-siap menyalakan motornya.
"hmmm zayn"ucapku lagi, sambil melihat kearah bawah.
"ya apa, ayo naik nanti kutinggal mau?"ucapnya, aku menggelengkan kepala.
"aku memakai rok"ucap ku malu-malu, zayn yang mendengar itu gemas dan mengancak-ngacak rambutku.
"kenapa kau tidak bilang dari tadi,ini pakai untuk menutut itu"ucap zayn, lalu memberikan jaketnya padaku.
Dengan segara aku naik kemotor zayn dengan susah payah.
"berikan tanganmu"ucap zayn, aku lansung memberikan tangaku. Saat zayn sudah memegang tanganku dengan mudah aku duduk dimotor zayn dan tidak lupa menutup rokku dengan jaketnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DELICATE
FanfictionI really dont care about what anyone think of me every time and every where. I am who i am, i don't live to please you and my life is not from you
