Author pov
Saat ini pesta yang mereka laksanakan lancar-lancar, tapi menurut alexa si biang usil ini sangat membosankan. Bagaimana tidak membosankan,para gadis seperti tatum, christina, kenny (nama pacar harry) ,valentine, dan alexis sedang memanggang bbq. Sedangkan para pria duduk membentuk lingkaran. Alexa dia duduk di ayunan yang dibuat dulu oleh dad nya. Namun saat iya asyik-asyiknya memainkan ayunan itu. Jonah memanggilnya,alexa yang terpanggil pun langsung pergi ketempat jonah.
"ada apa"ucap alexa dengan malas, jonah hanya menepuk-nepuk tempat disampingnya supaya alexa duduk. Alexa segera duduk disamping jonah.
"kenapa kau duduk diayunan sendiri? Apa kau tidak membantu mereka memanggang bbq itu? "tanya jonah sambil menunjuk kearah gadis-gadis yang sedang memanggang.
"tidak, aku tidak mau kena asap. Daripada aku memanggang lebih baik aku bermain playstation"ucap alexa, sambil menyandar ke bahu jonah.
"hoaa kau bermain playstation? Sama seperti alexis. Tapi alexis itu pemain yang tidak handal"ucap louis, yang dihadiahi pukulan oleh harry kakak alexis.
"hei mate, aku berkata benar. Kalau dia kalah dia akan menangis"ucap louis lagi.
"tapi setidaknya dia cukup handal untuk seseorang perempuan"ucap harry.
"ohhh ya? Apakah alexis bisa mengalahkan alexa yang sudah tamat memainkan permainan tersulit yang pernah ada? "ucap zach, alexa yang mendengar itu memutar matanya.
'berlebihan'ucap alexa dalam hati.
"hei nona kau memutar mata, itu tidak sopan"ucap zayn pada alexa. Alexa yang mendengar itu hanya mengangkat bahu acuh. Selanjutnya hanya keheningan yang menyelimuti mereka, tapi keheningan itu memudar saat alexa berteriak memanggil valentine dan alexis.
"vale, alexis kemari aku ingin berbicara sesuatu"teriak alexa, valentine dan alexis yang merasa terpanggil dengan segera datang ke tempat alexa duduk sekarang.
"ada apa? Kalau kau ingin minum ambil saja. Aku sedang memanggang,sudah tidak membantu menyuruh pula"ucap valentine, alexa yang mendengar itu memukul kepala valentine pelan.
"bukann itu bodoh, ayo ikut aku. Ada yang ingin aku biacarakan pada kalian berdua"ucap alexa, alexis dan valentine mengikuti alexa dari belakang.
Author pov end
Alexa pov
"vale, alexis kemari aku ingin berbicara sesuatu"teriak ku , valentine dan alexis yang merasa terpanggil dengan segera datang ke tempat duduk yang aku dudukki sekarang.
"ada apa? Kalau kau ingin minum ambil saja. Aku sedang memanggang,sudah tidak membantu menyuruh pula"ucap vale, karena kesal aku memukul kepala valentine dengan pelan.
"bukann itu bodoh, ayo ikut aku. Ada yang ingin aku biacarakan pada kalian berdua"ucap ku, alexis dan valentine mengikutiku dari belakang.
Saat sudah sampai diruang tamu, aku langsung duduk disofa.
"ada apa kau memanggil ku dan alexis? "tanya valentine.
"pesta yang diadakan itu membosankan, bagaimana kalau kita membuat sedikit keributan"ucapku,valentine dan alexis menatapku heran.
"sedikit keributan bagaimana? "tanya alexis.
"yaa sedikit keributan"ucapku mantap.
"apa itu? "tanya valentine. Kemudian aku menyuruh mereka untuk mendekat, karena aku ingin mebisikkan sesuatu.
"tidak, tidak aku tidak mau ikut. Nanti kita akan dimarahi"ucap alexis, valentine hanya mengangguk kan kepalanya saja.
"tidak, kita tidak akan dimarahi. Percayalah"ucapku.lalu mereka mengangguk setuju.
KAMU SEDANG MEMBACA
DELICATE
FanfictionI really dont care about what anyone think of me every time and every where. I am who i am, i don't live to please you and my life is not from you
