🔅2🔅

22 8 0
                                        

Valentine pov.

Saat ini aku berada dikamar, aku lagi sedang mencari tabku. Tapi daritadi aku tidak menemukannya. Rencananya aku akan menggambar, daripada aku bosan melihat saudara-saudaraku yang sedang bermain playstation.

"hufttt"keluhku ketika aku belum juga menemukan tabku.

"ALEXAA.. APA KAU TAU DIMANA LETAK TABKU? "teriakku dari atas.

"TIDAK"jawab alexa dengan teriakan juga.

"dimana tabku? Kemarin aku meletakkanya disini?! "tanyaku pada sendiri. Aku terus mencari disetiap sudut kamar. Dan akhirnya ketemu juga. Kalian tau dimana aku menemukannya?  Aku menemukannya di tumpukan pakaian alexa. Anak itu memang sangat jorok,dia bisa melihat pakaiannya bertumpukan. Kalau aku jadi dia,aku akan membersihkan itu. Setelah mendapatkan tabku, aku turun ke bawah dan duduk di sofa dekat dengan corbyn.

"darimana kau? "tanya corbyn padaku, bukannya menjawab aku malah meyandar dipundaknya.

"dari atas, aku mengambil tabku. Aku mau menggambar, sangat bosan melihat kalian bermain playstation. "ucapku, corbyn hanya mengangguk dengarnya.

"lex, pakaianmu bertumpuk, sebaiknya kau membersihkannya. Sebelum mom melihatnya, kalau dia melihat pasti dia akan marah"ucapku pada alexa, tapi dia tetap saja bermain playstation itu.

"ya nanti aku akan membersihkan, lagipula aku belum mendapatkan bandanaku"ucap alexa yang matanya tatap fokus ke layar.

"bandanamu ada dibelakang tv alexa, kau yang meletakkanya sepulang sekolah kemaren"ucapku padanya, dia melihat kearahku. Seperti memberi kode 'benarkah'

"yaa benar ada dibelakang tv"ucapku meyakinkanya,sejurus kemudian dia menloncati sofa ini. Dan berlari kekamar.

"alexaaaa kita belum selesai"teriak zach kesal. Ya alexa mempunyai bandana yang bergambar bendera inggris. Dia mencintai yang berbau inggris. Siapapun yang menyentuh barangnya harus menganti dengan sama persis. Disekolah rata-rata gadis akan memakai bando atau aksesoris lainnya. Berbeda dengan alexa, dia hanya mengikat rambutnya dan memakai bandana kesayanganya.

"guys, aku lapar. Sebaiknya kita makan diluar atau kita drive thru saja"ucap jonah, ya kami memiliki kebiasaan memakan junkfood. Kami biasanya drive thru ketika mom dan dad keluar negeri. Mungkin kalau sampai mom dan dad tau kami sering memakan junkfood, kami akan dimarahi. Dirumah ini kami mempunyai pembantu, dia akan datang ketika hari kami sekolah. Jadi kalau kami libur dia tidak datang.

"yaa aku benar, aku juga ingin happy meals. Tapi aku panggil alexa dulu baru kita pergi"ucapku,mereka mengangguk tanda setuju. Dengan segera aku pergi keatas dan jangan lupa membawa tabku.

"lex, apakah kau ikut?  Kami ingin pergi membeli makanan"ucapku.dan aku melihat alexa yang sedang merapikan rambutnya di depan meja rias.

"yaa aku ikut, sepertinya aku merindukan happy meals"ucapnya girang, aku dan alexa memang pencinfa junkfood, apalagi kalau happymeals.

"yasudah aku tunggu di bawah"ucapku dan meninggalkan alexa .

Valentine pov end.

Author pov.

Saat ini mereka sudah siap akan pergi, tapi alexa belum juga menampakkan wajahnya.

"kenapa alexa sangat lama?! "tanya daniel frustasi.

"dia sedang memakai bandananya daniel, sabarlah"ucap valentine dan melanjutkan aktivitasnya. Setelah lama menunggu akhirnya alexa datang dan langsung duduk disamping jonah. Alexa tipe orang yang tidak mau duduk dibelakang. Kecuali berpergian dengan mom dan dadnya,dia dengan berat hati duduk dibelakang. Pasalnya ada momnya disamping dadnya.

"kenapa lama? "tanya jonah.

"biasa, aku harus memakai jimat kesayanganku dulu"ucap alexa sambil memasang sealt belt.

"umm lex, aku ingin membeli sesuatu di mall. Maukah kau menemaniku? "tanya vale pada alexa, alexa yang daritadi sibuk dihandphone pun mengalihkan pandanganya kebelakang.

"sure, aku juga ingin membeli sesuatu"jawab alexa.

"tapi sebaiknya kita pulang dulu, aku ingin berganti pakaian. "ujar vale lagi.

"ohh ayolahh, i don't really care about my clothes."ucap alexa sambil memutar bola mata.

"seriously? Kau hanya memakai hotpants dan hoodie yang menutupi celana mu itu lex"ucap vale dengan dana yang dibuat-buat tidak percaya.

"yap, aku serius tidak mungkin aku pergi ke mall memakai gaun super panjang kan? "tanya alexa, vale memutar mata kesal.

"apakah kalian mau kami temani? "tanya jonah, alexa dan vale menggeleng serentak.

"tidak, kau turunkan saja kami dimall. Nanti pulangnya kami akan naik taksi"ucap vale yang disetujui oleh alexa.

"baiklah, girls time huh? "tanya corbyn.

"yaaaaa!! "teriak excited alexa dan vale. Setelah membeli makanan jonah mengantar mereka pergi ke mall.

DELICATECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang