14. Dinner With Him

5 2 0
                                        

Hay.. vote comment ok:(
Jan sider.

Sepi readers story ini terpaksa berhenti dan hiatus:)

Share woy share. Vote, comment. Bodo amat. Kudu, wajib.

Selamat membaca~

------------------------------------

Orang yang memiliki sifat dingin biasanya itu karena sifat hangatnya dibuang sia sia
-Do Kyungsoo2019-

***


"WOY LIAT MADING WOY!!" Teriak Mark pagi ini.

Sepertinya ada berita hangat menegangkan pagi ini. Padahal ini masih jam 06.30.

Segera aku mengguncang tubuh Yerin yang sedari tadi duduk lemas dibangkunya. Entahlah ada masalah apa pagi ini. Positif saja, mungkin uang jajan dia kurang. Lupakan.

"Yerin.. liat mading ayo.." pintaku.

Yerin hanya menoleh kepadaku lalu melanjutkan aksi duduk malasnya itu.

"Ayoo.." kataku lagi.

"Ah seunra.. aku males.. lagian itu berita yang om leeteuk itu kok. Dia masuk koran gara gara dikira pengganggu jalannya kegiatan ngajar mengajar. Padahal kan belum masuk kata itu. Siapa coba orang yang bikin tuh berita" katanya sambil menangkup wajahnya diatas meja dan menatap papan tulis dengan tatapan kosong.

Om leeteuk masuk koran politik? Ah aku lupa. Om Leeteuk ternyata salah satu pemerintah korea selatan yang terkenal dengan alegan, tenang dan yang pasti tampan. Aku tau dari ka jungkook.

"Seunra" panggil Yerin yang membuat ku tersentak dari lamunan.

"Ya?"

"Ka sehun bilang pulang ini kita kumpul.." katanya dengan muka.. ah susah dijelaskan.

"Bertiga?" Anak itu mengangguk lemas. Ada apa dengan dia?

"Kenapa kamu? Sakit?" Aku meletakan telapak tanganku didahinya.

"Engga panas" lanjutku.

"Sakitnya tuh disini ra.." kata Yerin sambil memegang tengah dadanya.

Katakan Yerin itu bucin sepertiku.

"Ka Chanyeol?" Yerin mengangguk lemas.

"Kamarin, aku liat ka Chanyeol ketemuan sama ka Sejeong.. ah kenapa coba? Kenapa mereka berdua? Kenapa ga sama aku gitu?" Ujarnya. Ah aku tau bagaimana rasanya. Sangat sakit.

Sejeong? Maaf, aku tidak ingin memanggilnya dengan 'kak'. Kembali ke topik. Sejeong? Ka chanyeol? Buat apa mereka bertemu?.

---

Laki-laki itu menatap langit langit kelas dengan pasrah penuh ketakutan. Sesekali dia mengusap keringat dinginnya dengan sapu tangan.

Mengehela nafas dalam dalam lalu menghembuskannya kasar. Dia marah, namun dia tidak bisa marah. Sepasang mata coklatnya menatap kosong ke arah depan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 30, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

3 Years With A MurdererTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang