A'4

64 18 2
                                    

Tringgg....Tringgg....Tringgg...

Istirahat di hari yang tadinya cerah,mendadak berubah menjadi mendung.Kesal itulah yang dirasakan atha saat ini,semua moodnya hari ini di buat hancur oleh oji.dan itu adalah kabar buruk bagi seisi sekolah.

suasana kantin sebenarnya ramai,karena semua anak murid SMAN Ranvile yang sudah berkeliaran kesemua penjuru kantin,namun yang membuat suasana menjadi mencengkam itu adalah seseorang yang sangat di takuti semua angakatan,termasuk senior.

Tidak ada satupun yang berani mengeluarkan suara keras hanya untuk berbicara dengan temannya,karena sedikit sapaan ramah saja bisa menghentikan semua pergerakan.setiap ada senior ataupun junior yang ingin memasuki kawasan kantin pun bisa bisu mendadak saat melihat sang pentolan duduk dipojok kantin,dengan wajah merah padamnya.

Ketika bel berbunyi pun,banyak anak laki-laki yang ingin mendekat hanya sekedar bertegur sapa,namun melihat hawa disekitar mereka langsung memburuk,maka mereka langsung menghentikan niatnya masing-masing.

Rio,bintang,kevin,dan wisnu.penolong yang kebetulan sekali muncul itu menyelamatkan kondisi dikantin dalam sekejam yang tadinya tegang berubah menjadi damai kembali,hal itu dapat terlihat ketika atha menghembuskan nafasnya dengan teratur ketika melelihat segerombolan teman-temannya datang menghampirinya,dan kejadian inilah yang dinanti rakyat kantin agar mereka tidak merasa canggung dengan semua pergerakan.

Karena merasa enggan melihat atha yang dipandang seperti itu,akhirnya rio berinisiatif meramaikan suasana kanti seperti semula.

"Woiii semuanyaaa,jajan sepuasnyaa gw yang traktir kalian semuaa hari ini!"

Dan seketika seisi kantin bersorak gembira dan pedagang pun dengan kewalahan menjejeri semua pesanan para siswa kelaparan tersebut.
Mereka berempat yang melihat kondisi atha seperti ini merasa bingung,tidak seperti biasanya atha memanyunkan bibirnya dan wajah yang merah padam seperti itu,apakah ada yang membuatnya kesal saat dia lari dilapangan,atau rengga menggodanya.hanya terkaan itu yang bisa mereka tanyakan dalam hati tanpa tahu jawabannya.

Karna tidak ingin membuat susana menjadi semakin runyam,wisnu membuka percakapan dengan sedikit godaan.

"Tha,lo tau nggak tadi tuh ya pak iwan ngegodain gw,terus gw ladenin sambil nyolek dagunya dia,eh satu kelas pada merinding semua,awalnya gw kira pak iwan mau marah eh ternyata dia tambah genit ama gw."
Cerita itu sedikit menetralkan perasaan kesal atha,sedikit memang.

Namun ketika oji datang,hawa panas menyeruak dalam tubuh atha,dan pergerakan itu dengan cepat terbaca oleh rio dan yang lainnya.

"Tha lo kenapa?"

"Ada perusak datang kesini!!!"

"Siapa?"

"Si oji!"atha menjawab sambil melongoskan wajahnya.

Oji menghampiri meja yang di duduki atha dan yang lainnya,namun kedatangan tidak di sambut gembira seperti biasanya oleh sang jagoan,hal itu sedikit membuat oji terkejut apakah kejadian tadi begitu penting bagi atha?,dia sendiri tidak tau.namun melihat kondisi wajah merah dan rasa kesal yang terpampang membuatnya tahu,bahwa pria tadi orang yang mungkin cukup penting bagi atha.

"Tha,sori ya soal tadi"putus oji.

"Gara-gara lo nih,itu orang ilang lagi dan lagi!!!!,lo nggak taukan seberapa kagetnya gw saat ngeliat dia!!".

Entah apa yang di bicarakan oji dengan atha,namun rio dan wisnu rasa ini ada hubungannya dengan masalalu atha,apakah sosok itu datang kembali untuk membuatnya menjadi seperti sekarang ini.

"Sumpah tha,gw nggak tau kalo dia itu orangnya!,gw minta maaf ya,dimaafin kan?"dengan rasa khawatir dan takut yang cukup besar membuat oji sedikit panik,karena takut atha mengamuk dan menghancurkan seisi kantin serta membuat dirinya babak belur.

AGAVAN (H I A T U S)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang