"Masuk Sekolah"

19 5 0
                                        

Pagi yang biasanya disinari dengan hangatnya sinar matahari. Digantikan dengan dinginnya hujan yang mengguyur sejak subuh tadi. Membuat langit menjadi gelap akibat awan yang tebal menutupinya.

Sejak habis subuh tadi Daniyah sudah mempersiapkan dirinya untuk segera pergi ke sekolah barunya itu.

"Daniyah, udah siap belum?" Panggil Umi dari bawah.

"Iya umi, ini Daniyah mau turun," sahutnya sambil memasukkan barang-barangnya dan lekas turun ke bawah.

Setelah sampai di bawah, Daniyah segera memakan sarapannya dengan lahap.

"Umi, Abi mana?" Tanya Daniyah pada Umi yang sedang membereskan makanan.

"Abi udah pergi kerja tadi pagi, katanya ada rapat," balas Umi.

"Terus Daniyah pergi sekolahnya sama siapa," tanya Daniyah yang kebingungan akan pergi bersama siapa dia ke sekolah nanti.

"Naik angkutan umum aja sayang, sekolahnya dekat kok dari sini," saran umi pada Daniyah.

"Nama sekolahnya apa mi," tanya Daniyah.

"SMA Nusa Bangsa," jawab Umi.

"Yaudah Mi, Daniyah pergi dulu yah takut terlambat," pamit Daniyah sambil mengambil tas lalu mencium tangan Uminya.

Setelah keluar dari rumah, Daniyah berjalan hingga ke ujung jalan menggunakan payung yang ia bawa dari rumah. Setelah mendapatkan angkutan umum yang ia cari, akhirnya Daniyah langsung masuk ke dalam dan duduk di ujung dekat dengan kaca belakang.

"Pak, SMA Nusa Bangsa ya," ucapnya pada tukang sopir tersebut.

"Siap neng," jawab tukang sopir.

Setelah beberapa saat, tak lama terjadilah kemacetan karena adanya kerusakan pada jalan.

"Pak kok lama banget, emangnya ada apa," tanya salah satu penumpang yang duduk di sebelah Daniyah.

"Itu Bu, ada kerusakan jalan di depan," balas tukang sopir itu.

"Yah gimana nih ke sekolahnya kalo macet, bakalan terlambat kalo gini," batin Daniyah dalam hati.


Setelah mengalami kemacetan parah tadi akhirnya Daniyah sampai di depan sekolahnya.

"Eh kamu terlambat ya?" Tanya salah satu siswa yang sepertinya berjaga di depan pagar.

"Em, iya kak," jawab Daniyah sambil menundukkan kepalanya.

"Loh, bukannya kamu itu..," pikir siswa itu. Sepertinya ia tau siapa Daniyah.

"Daniyah," ucapnya setelah berpikir.

Lalu Daniyah mendongakkan kepalanya.
"Loh kak Wafi," ucap Daniyah sambil menatap wajah Wafi. Setelah beberapa saat Daniyah langsung menundukkan kepalanya lagi.

"Yaudah kamu langsung masuk kelas aja," ucap Wafi pada Daniyah.

"Saya gak di hukum kak?" Tanya Daniyah penasaran.

"Kamu mau saya hukum?" Tanya balik wafi sambil menyunggingkan senyumnya.

"Gak kak, saya permisi dulu," pamit Daniyah pada Wafi.

***

Setelah dari depan pagar tadi, Daniyah langsung menuju TU untuk menanyakan keberadaan kelasnya.

"Kamu kelas X IPA 2," ucap tiba-tiba bapak yang ada di hadapan Daniyah.

Setelah pamit, Daniyah langsung pergi ke kelas yang di ucapkan oleh bapak tersebut.

DANIYAH (Slow Update)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang