Kenyataan pahit

2K 229 54
                                        

Typo bertebaran..
Harap di maklumi..
Happy reading kha.. 😘😘








Setelah kesembuhan Kit, kini Kit sedikit terbuka dan sedikit ceria, Perth yang awalnya merasa jika Kit tidak mau bicara padanya ternyata pria bertubuh lebih kecil dari Sean dan Saint itu lebih banyak bicara jika dia merasa nyaman.

          "Phi... Apa kau punya seseorang yang di sukai?"

Tanya Kit pada Perth, Perth yang duduk di hadapannya itu melihat kearah Kit dan tersenyum simpul.

          "Mungkin.. tapi aku rasa dia tidak menyukaiku."

          "Benarkah? Phi tampan dan juga baik, tidak mungkin ada yang bisa menolak pensonamu"

Ujar Kit, Perth terkekeh mendengar ucapan Kit, ia mengusak rambut Kit gemas.

            "Hehhhh.. terkadang cinta tak selalu terbalaskan, cukup bisa melihatnya bahagia mungkin itu cukup buat phi."

Ujar Perth dengan tatapan matanya yang menerawang membayangkan wajah Saint yang sedang tersenyum bahagia, membuat Perth tersenyum sendiri.

          "Tapi... Bukankah itu sangat sakit phi.. jika orang yang kita cintai tidak pernah tau apa yang kita rasakan?"

Kit menundukkan kepalanya, mencoba untuk tidak menangis.
Perth kembali tersenyum dan mengusap rambut Kit.

          "Memang, tapi ketahuilah mencintai sepihak tidak seburuk itu, kau masih bisa melihatnya bahagia bersamamu meskipun dia tidak pernah melihat isi hatimu."

Kit mendongak menatap wajah Perth yang tersenyum padanya. Entah kenapa ia merasa tenang saat melihat senyuman itu.
Andaikan saat ini ia hanya berdua saja dengan Perth mungkin ia bisa mengatakan isi hatinya.
Tapi Kit terlalu malu dan takut jika nantinya ia akan kecewa.

Seperti biasa Perth selalu menunggu Saint datang ke kantin untuk makan siang bersama.
Sean yang sedari tadi diam dan melihat Kit dan Perth dari jauh seakan melihat sesuatu yang aneh dengan tingkah laku Kit saat berada di depan Perth.
Setelah ia melihat Saint duduk di samping Perth dan Perth yang tersenyum lebar ketika melihat kedatangan Saint membuat Sean tidak suka dengan apa yang ia lihat.

Jika asumsinya benar maka ini akan buruk untuknya, 2 orang sahabat serta saudaranya menyukai orang yang sama, Sean mendekati mereka dan duduk di samping Kit.

          "Apa yang kalian bicarakan? Sepertinya seru sekali.."

Sean datang dengan wajah datarnya, entah kenapa ia merasa sangat kesal dengan asumsinya sendiri.

            "Ada apa denganmu Sean? Kenapa kau terlihat sangat kesal?"

Saint menatap sepupunya yang saat ini melihatnya dengan tatapan tajam.
Perth berdiri dan mengusak rambut Saint.

           "Phi harus segera pergi, makanlah.. phi sudah makan bersama Kit tadi."

Saint mengangguk dan tersenyum manis pada Perth, Kit maupun Sean terdiam dan hanya bisa melihat perlakuan manis Perth pada Saint.

         "Bagaimana rasanya saat orang yang kita percayai menghianati kepercayaan kita?"

Tanya Sean tiba-tiba,  Saint terdiam dan Kit yang ingin pergi dari sana terduduk kembali di tempatnya.
Saint meremas sendok makan yang ia pegang, sedangkan Kit mencengkram erat ransel di tangannya.

            "Kenapa kalian diam? Aku sedang bertanya.. hei.. jangan menatapku seperti itu.. ada apa dengan kalian berdua?"

Sean berkata seolah-olah ia tidak mengerti apa pun yang sebenarnya terjadi.
Saint bernafas lega, sedangkan Kit masih diam dan menatap wajah Sean yang terlihat kesal.

Secret Love ❤ {END}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang