Maaf bukannya update yang lain.. Malah update yang ini..
Karena ini ff udah end..
Jadi ifa akan sedikit lega.. Dan bisa lanjut yang lain..
Maaf kan typo ifa..
Dan selamat membaca..!!
Kim sebagai infestor utama di perusahaan yang di kelola Jane, memperketat pengamanan, agar tak ada cela bagi Kyla untuk lagi masuk ke dalam kantor juga pabrik, Kim sangat tau bagaimana bibinya itu, wanita itu tidak akan menyerah sampai ia mendapatkan apa yang dia mau.
Kit juga sudah merasa lebih baik sejak ia memutuskan untuk merelakan semuanya seperti yang Kim katakan, namun ia masih tidak bisa membujuk ibunya untuk berhenti membalas Jane dan keluarganya.
Sean yang awalnya acuh kini kembali bersama dengan Kit, setelah mengetahui keputusan Kit, jika cinta memang tidak bisa di paksakan.
Ini sudah hampir 2 minggu sejak kepergian Perth dan juga Saint, Jane merasa kesepian saat pulang ke rumah, biasanya dia akan mendengar teriakan Saint yang menyambutnya saat ia pulang dari luar kota dan kebisingan yang lainnya.
Jane memang sering menghubungi Perth juga Saint, namun itu masih tidak bisa mengobati rasa rindunya.
.
.
.
.
.
Perth duduk di tepian tempat tidur, memandangi Saint yang masih terlelap, entah kenapa hari ini ia bangun terlalu awal.
Perth tersenyum sambil terus menatap Saint, ia teringat akan beberapa hal yang membuatnya tersenyum, tingkah lucu Saint dan juga wajah bahagia Saint saat bersamanya.
Saint menggeliat dalam tidurnya, ia mengerjapkan matanya membiasakan pengliahatanya, ia melihat Perth yang masih tersenyum memandanginya, Saint pun akhirnya ikut tersenyum pada Perth.
"Kenapa phi menatapku seperti itu?"
"Tidak ada.. Kau bahkan masih terlihat sangat manis meskipun sedang tidur." ujar Perth, membuat semburat merah menghiasi ke dua pipi Saint.
Saint tersenyum lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
Perth yang melihat tingkah malu-malu Saint hanya tertawa kemudian beranjak dari tempatnya.
"Phi.. Mau kemana?" tanya Saint saat melihat Perth menjauh darinya.
"Menyiapkan keperluan kita, hari ini P'Kim bilang kita bisa pulang ke bangkok."
Ujar Perth sambil mengambil koper nya dan juga milik Saint, Saint seketika duduk dan segera pergi membantu Perth.
"Benarkah!?"
"Hemb, Mae sudah merindukan kita.. Phi juga tidak ingin kau ketinggalan banyak pelajaran.. Dan sebentar lagi adalah masa magang phi.."
Jelas Perth, Saint hanya mengangguk dan membantu Perth untuk mengemasi barang-barang mereka.
Setelah semuanya selesai, beberapa orang Kim datang dan membawa semua barang-barang mereka, sebelum itu Perth dan Saint sarapan terlebih dahulu.
❤❤❤❤
Kyla berlarian di koridor rumah sakit saat mendapatkan kabar jika Kit mengalami kecelakaan mobil, di depan ruang UGD ia melihat Kim dan juga Sean yang sudah menunggu Kit sejak tadi.
"Bagaimana ke adaannya?" tanya Kyla panik.
"Masih belum ada kabar bibi.. Tenanglah.." ujar Sean pada Kyla.
Plaakk!!
"Ini semua salahmu, jika kau tidak ikut campur urusanku dan juga Kit, dia tidak akan seperti ini." dengan penuh emosi Kyla menampar Kim yang sedari tadi diam di samping Sean.
"Kenapa bibi memukul P'Kim? Ini bukan salahnya, ini semua salah bibi sendiri yang memberikan harapan terlalu besar untuk Kit, jika bibi tidak melakukan hal itu, maka sampai sekarang Kit tidak akan terpuruk, dia akan baik-baik saja bersamaku dan juga Saint." jelas Sean tak kalah emosi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Love ❤ {END}
FanfictionHanya ini yang bisa ku lakukan untukmu.. setidaknya aku masih bisa menjagamu dan bisa melihat mu tersenyum bahagia. aku akan selalu mencintaimu dalam diamku. __Perth__ Kebahagiaan ku hanya ada pada dirimu, teruslah bersamaku dan genggam tangan...
