Ambisi

1.6K 197 47
                                        

Abaikan typo ifa..
Terpaksa update jam segini..
Karena hanya jam segini ifa nganggur..
Selamat membaca..













Kit sedikit heran melihat tingkah Saint yang tiba-tiba saja keluar dari kelas tanpa mengatakan apapun padanya dan juga Sean, sedangkan Sean sejak tadi pagi hanya diam dan tak mengatakan satu katapun seperti biasanya.

"Ish.. Ada apa dengan kalian? Kenapa kalian seperti menghindar dariku?"

Seru Kit, namun masih tak di hiraukan oleh Sean, sedangkan Saint, dia sudah pergi.

"Sean!!"

"Apa lagi?"

"Jawab aku? Apa kalian marah padaku?"

"Tidak!!"

"Lalu kenapa kalian mendiamiku?"

Sean menghela nafasnya dan meraih tangan Kit untuk mengikutinya.

"Kita mau kemana?"

"Ikuti saja aku, jangan banyak tanya."

Kit akhirnya diam dan mengikuti langkah Sean menuju ke fakultas Teknik.

"Kenapa kita ke sini?"

Sean menunjuk ke sebuah bangku taman dan di sana ada Saint dan juga Perth yang sedang makan siang bersama.

"Apa maksudmu?"

Tanya Kit masih tidak mengerti, karena ia tau jika Perth dan Saint memang selalu makan siang bersama setiap hari.

"Lihatlah dengan baik! Apa kau masih tidak mengerti?"

Kit menggeleng masih tak paham dengan ucapan Sean.
Sean menghela nafasnya, Kit memang bukan orang yang begitu peka, jadi Sean harus bisa menjelaskan agar Kit mengerti.

"Bukankah mereka terlihat serasi?"

"Huhh?"

"Ck, kau bodoh atau bagaimana sih? Apa kau masih tidak bisa melihat jika mereka saling mencintai?"

Kit terdiam mendengar ucapan Sean, ia menatap sendu ke arah Saint dan juga Perth yang sedang makan siang bersama dengan sedikit bergurau dan itu membuat Kit sadar jika selama ini orang yang Perth cintai adalah Saint.

"Jika kau sudah mengerti, segera batalkan rencana pertunanganmu dengan P'Perth."

Kit menatap terkejut pada Sean, ia tidak mengerti apa yang Sean ucapkan, siapa yang akan bertunangan dengan P'Perth? Kit masih tidak mengerti.

"Apa maksudmu? Siapa yang akan bertunangannya? Kau gila!"

"Emmbb.. Jadi benar apa yang di katakan Pho.. Kalau kau tak tau dengan apa yang di rencanakan ibumu."

"Sudah jangan membual Sean, Maeku tidak mungkin merencanakan sesuatu tanapa mengatakannya padaku terlebih dahulu."

"Terserah!! Kau mau percaya atau tidak, aku pergi."

Sean meninggalkan Kit begitu saja, sedangkan Kit ia masih berdiri dan mengamati Perth dan Saint yang terlihat begitu bahagia.

_
_
_
_
_

Kit akhirnya pulang sendiri membawa mobil nya, ia tidak menemukan siapapun di rumahnya, rumah itu begitu sepi tak ada tanda jika Maenya ada di rumah.
Kit merbahkan tubuhnya di atas sofa, ia masih berfikir keras tentang apa yang di katakan oleh Sean tadi siang.
Jika di fikir bukankah Maenya lebih menyayangi Saint dari pada dirinya, lantas kenapa dia melakukan semua ini tanapa sepengetahuannya?

"Hahh.. Apa aku boleh egois kali ini? Jika itu benar.. Aku ingin hidup lebih lama lagi, agar dia bisa mencintaiku dan hanya melihatku."

Kit tau, apa yang akan jadi keputusannya nanti akan membuatnya semakin jauh dengan Sean mau pun Saint, tapi jika ia mengalah.. Akankah Perth masih mau melihatnya?
Kit masih berkutat dengan fikirannya sendiri, sampai seseorang menepuk kepalanya pelan.

Secret Love ❤ {END}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang