Bagian 4

120 65 24
                                    

Up pas malam takbiran🤗

--------------------

Althaf berjalan bersama kedua temannya menuju kelas usai berkunjung dari kantin di waktu istirahat.

Tepat di perbelokkan koridor ia berpapasan dengan lalula sahabat dari ailve yang berjalan bersama salah satu teman sekelasnya.

"Thaf" sapa lalula. Althaf hanya menampilkan senyum tipis. Seraya mengernyit ketika lalula sudah berjalan menjauh di belakangnya.

"Ive sekolah gak?" tanya nya dalam hati. Enggan menanyakan langsung pada lalula.

Setelah sampai di kelas ia mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Bergegas menghubungi lalula.

Althaf : La, ive sklah?

Cukup lama ia menunggu balasan dari lalula. Sampai-sampai telinganya terasa panas mendengar segala macam umpatan yang di keluarkan oleh beberapa temannya yang sedang bermain game online termasuk migo dan arfan teman perkumpulannya. Tidak termasuk althaf, karena althaf kurang hobi dengan game.

Beruntung saat ini kelas mereka sedang jam kosong alhasil keadaan kelas ricuh tak terkendali. Mereka memilih duduk di pojok kelas dengan menarik bangku-bangku yang terletak paling belakang untuk di pindahkan ke pojok dan dijadikan mereka para cowok berkumpul.

Ponsel di genggaman althaf bergetar bertandakan ada pesan masuk.

Lalula : gak thaf, dia sakit.

Dugaan althaf benar ailve sakit, karena kemarin hingga althaf mengantarkan ke rumah gadis itu, ailve tidak ada berhenti-berhentinya bersin dan menggosok hidung merahnya.

Saat althaf sedang mengingat kembali kejadian kemarin ponselnya bergetar lagi.

Lalula : kenapa thaf? Kangen?

Althaf : g, kmrn dia kehujanan.

Lalula : kok lo tau?

Althaf : dia plng brng gue.

Lalula : kok bisa?

read

Althaf berdecak.

Lalula : dia alergi dingin thaf.

read

Althaf manggut-manggut sambil menatap ponselnya.

Belum sempat ia mengalihkan wajah dari ponselnya, ponselnya bergetar lagi.

Lalula : tanggung jawab sana.

Sontak althaf melototkan kedua bola matanya. Mengangkat kaki kanannya untuk bertumpu di paha kirinya, mengabaikan pesan yang dikirim terakhir oleh lalula seraya menerawang segala macam pikiran.

×××

"Alay banget sih gue, biasanya juga gak sampe kaya gini" ailve bermonoton sambil terus menerus menggosok hidungnya. Sudah berapa helai tisu yang ia habiskan untuk mengusap ingusnya itu. Belum lagi suaranya yang parau akibat pilek.

Ia bangkit dari tempat tidur, turun menuju dapur untuk melegakkan tenggorokkannya yang kering ia mengambil segelas air putih.

Kebetulan yang kurang menguntungkan bagi ailve. Tadi pagi, mbak pipi mengirim pesan padanya izin tidak masuk kerja hari ini. Karena harus mengantar anaknya yang demam ke klinik.

ALTEONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang