Hari ini cuaca cerah. Rain dkk sedang berada di perpustakaan pada jam istirahat. Pada umumnya, perpustakaan digunakan untuk membaca, meminjam buku, dan tempat untuk siswa mendapatkan bahan materi tugas mereka.
Berbeda dengan Rain dan teman temannya, mereka justru menggunakan perpustakaan sebagai tempat berselfie dan photo shoot.
'Kan sepi enak buat poto shoot sekalian biar keliatan anak pinter eaa' Rain dkk
Memang aneh kumpulan remaja itu. Meskipun banyak sekali hal aneh yang sering mereka lakukan, tapi mereka selalu mengutamakan apa itu pertemanan. Sejahat jahatnya mereka nggk sampe makan temen kok.
"Woi Sat, gue tadi ketemu ama Kuanlin" Ara
"Kuanlin pala lo! Mas Falin paling" Satsha
"Ketemu mas Falin aja begayaan ketemu Kuanlin, mimpi mbanya?" Rissa
"Falin ndasmu! Mending gue ketemu Nabel daripada Mas Falin" Ara
"Kok Nabel?" Ifra
"Eleh cemburu kan lu... Elu kan di blok ma Nabel" ucap Ara menyindir Ifra.
"Skak! Hahaha" Marsha
"Asu ya! Gue sumpahin masuk got lu! "
Ifra yang tak tahan dipojokkan Ara pun mengeluarkan sumpah serapahnya.
"Eh kampang ya lu!" Ara
Melihat tingkah lucu teman temannya, Rain tertawa lepas. Ia tak mengerti apa yang dimakan teman temannya hingga mereka semua jadi gila jika dikumpulkan dalam satu ruangan.
Jauh di tempat Rain dan teman temannya berkumpul, seorang laki laki sedang mengamati mereka dari jauh.
Bukan bukan mereka lebih tepatnya hanya mengamati Rain.
Jovan. Anak itu diam diam tersenyum mengamati Rain yang bisa tertawa lepas sekarang. Rain tampak lebih baik dari pertemuan sebelumnya. Hati Jovan menghangat ketika melihat sang hujan kini bisa tersenyum tanpa khawatir akan rintik airnya.
'Akhirnya lu bisa senyum Ra, gue jadi seneng lihatnya' Jovan 2k19
Setelah itu Jovan pergi menjauh dari kumpulan itu. Jovan ingin bertemu dengan seseorang.
🌧🌧🌧
"Darimana Jo?" tanya Nabel
"Biasa" singkat Jovan. Sekarang ia berada di kantin berkumpul bersama teman temannya. Nabel, Kino, Sesad dan Sean.
"Hayo habis ngapain habis co***tittt kan lu" Kino
"Asu! Kalo ngomong suka bener lu" Jovan
"Eh, astagfirullah Jovan... Lu beneran habis begituan? Kok nggk ngajak?" Sesad
"Eh anjay gue kirain lu mau ceramah gan" Sean
Ok. Jovan terlalu capek mendengarkan ocehan tak berguna teman temannya. Teman temannya memang abstrak bagi Jovan, mereka itu orang orang pintar yang tertutupi ke-oonan masing masing
'Jadi kesimpulannya mereka terkesan oon ya?' Author 2k19 😇
"Eh eh kalian pada ngomongin paan seh? Gue habis liat hujan" Jovan
Mendengar jawaban Jovan seketika mereka diam. Mereka heran dengan apa yang dikatakan oleh Jovan
"Perasaan nggk hujan deh" Kino
"Wah gila ni anak?" Sean
"Hujan duit kali ya?" Nabel
"Keknya ni anak abis di santet tante girang deh, kerjanya ngelindur ae" Sesad
KAMU SEDANG MEMBACA
RENDEZVOUS
Teen FictionLyann hanyalah seorang anak laki laki biasa. Ia hanyalah seorang anak yang rapuh. Dibalik semua senyum yang ia pasang, semuanya tak sebanding dengan luka yang disembunyikannya. Ia tak memiliki harapan hidup selain bundanya, tapi bundanya bukan lagi...
