Sould have to? 🎆

38 3 0
                                        

Pagi yang cerah di SMA Garuda, semua hati gembira. Tapi tidak untuk Lyann, hari ini adalah hari pertamanya mengikutiku ujian tengah semester di sekolah barunya. Alih alih dapat duduk tenang di dalam kelas yang sudah ditentukan, Lyann justru tengah berdiri di depan ruang kepala sekolah. Ia memang belum mendapat kelas ujian karna ia belum melunasi seluruh uang spp-nya.

Lyann menghembuskan napas kasar, ada rasa takut dan juga khawatir dalam dirinya. Ia takut jika ia tidak bisa mengikuti ujian pertamanya karna uang spp-nya belum lunas. Tapi ia juga khawatir jika memang dia tidak diizinkan masuk, entah apa yang akan terjadi padanya. Mungkinkah ia takkan naik kelas?

Menarik napas panjang, Lyann melirik arloji yang menempel di pergelangan tangannya.

'Ah, masih pukul 6.15,apa aku terlalu awal untuk datang kemari?' batinnya dalam hati.

Tidak salah jika murid yang mengalami masalah seperti Lyann, akan melakukan hal serupa. Yaitu datang lebih pagi dan memohon pada pihak sekolah agar ia mendapat izin mengikuti ujian selama seminggu penuh.

Lyann hendak saja berbalik untuk memilih duduk di bangku sekitar lobi sekolah jika saja tak ada orang yang menarik tangannya kuat.

Lyann menoleh ke arah orang yang menarik tangannya. Matanya membulat lebar mengetahui siapa orang yang ada didepannya.

Jovan.

Anak itu berdiri dengan tampang sangarnya, menaikkan sebelahnya alisnya dan memandang rendah ke arah Lyann.

"Jo-van, ngapain lo disini?" tanya Lyann dengan nada gugupnya. Mendengar itu, Jovan hanya tersenyum sarkastik.

"Harusnya gua yang tanya, ngapain lo pagi pagi disini sodara Lyann Austin?"

Lyann tampak berpikir sebentar. Ia ragu harus menjawab pertanyaan Jovan atau tidak. Tapi baginya, Jovan tidaklah sebodoh itu untuk tak mengerti tujuan murid sepertinya yang datang pagi pagi sekali dan berdiri di depan ruang kepala sekolah pada hari pertama ujian.

"Gue..."

"Apa?"

"Gue.. "

"Gue apaan?! "

"Gue.. "

"GUE APAAN SI ANJING!! TINGGAL NGOMONG KALO LO BELUM NGELUNASIN SPP AJA SUSAH!! DARI TADI GUA GUE!"

Mendengar Jovan berteriak didepannya dan membongkar semua kedoknya, Lyann refleks menutup mulut Jovan menggunakan tangannya. Ia malu, sekarang sudah lumanyan ramai dan tidak sedikit pula siswa siswi yang lalu lalang melalui lobi. Lyann hanya tersenyum canggung ketika ada satu, dua murid yang menatapnya.

Lyann menatap tajam kearah Jovan yang sepertinya sudah kehabisan napas karna terlalu lama dibekap tangannya. Lyann lupa lalu melepaskan tangannya.

Wajah Jovan udah merah kehabisan napas, buru buru dia narik napas panjang, trus dikeluarin lagi. Gitu terus pokoknya.

Lemah kamu Jovan!! 🤣

"Woi anjing!! Lu mau bunuh gua hah?!! Udah gila ya lo!!" ucap Jovan penuh penekanan

Lyann mencoba menetralkan nafasnya yang sempat memburu tadi. Ia marah pada Jovan karna secara tidak langsung, Jovan telah mempermalukannya di depan umum.

"Gak usah ikut campur urusan gue Jo!"

Setelah mengatakan hal itupun Lyann pergi meninggalkan Jovan. Sungguh Lyann malu sekali,bukan apa apa hanya saja ia tidak nyaman dengan tatapan mereka yang merendahkan nya.

Jauh dari mereka, mereka tak sadar bahwa ada oknum lain yang juga mengamati kejadian tersebut dengan hati teriris. Setitik air mata jatuh meluruh di pipi orang itu dan diikuti oleh buliran air mata yang lain.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 17, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

RENDEZVOUS Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang