The Leaves After Rain🍀

32 6 0
                                        

Sore yang sunyi. Kali ini Rain sedang duduk di meja belajarnya sambil memandang tumpukan tugasnya. Seingatnya deadline-nya besok tapi entah kenapa tidak ada niatan baginya untuk menyelesaikan tugas tugas itu.

Melihat ke luar jendela, diluar sana hujan deras. Dan entah kenapa tiba tiba pikirannya melayang pada anak itu.

Ya, Lyann. Anak itu yang sudah membuatnya tidak bisa tidur beberapa hari lalu karena pernyataan ambigunya.

'Rain kamu mirip banget sama hujan, aku suka'

Mengingat hal itu, Rain justru tidak bisa untuk tidak tertawa. Pernyataan lugu dan polos Lyann membuat Rain tersenyum ketika mengingatnya. Menurut Rain, Lyann itu anak yang polos dan akan mengatakan semua hal yang ingin dikatakannya pada orang lain.

"Tapi cuma sama Rain ya, Garis bawahi tuh! Cuma sama Rain" Author 2k19 😇

🎶 No i dont wanna go to fast... Cuz nothing really lasts.... I think i need some time... But i cant get you off my mind🎶

Asik dengan pikirannya, tiba tiba ponsel Rain berbunyi dan menampakkan nama kakak sepupunya, Joey.

Cepat cepat Rain menggulirkan tanda hijau dan menjawab panggilan tersebut.

"Halo kak kenapa?" Rain

"Dek dek gue habis beli panci baru warna pink limited edition lho" Joey

"Oh ya terus?" Rain

"Ya nggk papa sih gue mau pamer aja" Joey

"Wtgtfrdzrf*#tgd~۩\"

"Wih ngomong paan lu kagak mudeng gue"

Merasa muak dengan percakapan tersebut, Rain memutus sambungan telpon secara sepihak dan menaruh hapenya kasar di atas meja.

"Btw, si Joey itu cowok ya. Iya cowok tapi pamer panci. Cowokable banget kan dia?" Author 2k19 😇

"Emosi, cuma mau pamer panci. Gue colong mampus lo!" ucap Rain pada dirinya sendiri.

🎶 No i dont wanna go to fast... Cuz nothing really lasts.... I think i need some time... But i cant get you off my mind🎶

Tiba tiba ponselnya berbunyi lagi. Tapi kali ini ia menghiraukan nama si penelpon dan langsung mengangkatnya. Karna Rain yakin pasti kakaknya menelponnya lagi buat pamer.

"Udah deh nggk usah nelpon nelpon lagi kalo cuma mau pamer panci! Kalo cuma panci si Rain punya banyak! Nggk usah pamer ke Rain deh!" ucap Rain menggebu nggebu

Rain belum tau bahwa yang menelpon di seberang sana adalah....

"Siapa yang pamer panci dek?" ucap seseorang lembut di seberang sana.

Mendengar suara sang penelpon, membuat Rain membelalakan matanya lebar karena terkejut. Memastikan nama sang penelpon, Rain menjauhkan ponselnya dan melihat nama sang penelpon.

"Papaaaaahhhhh" Rain

Rain tidak bisa untuk tidak menangis sekarang. Pasalnya Rain sangat merindukan papanya yang beberapa hari ini tidak memberinya kabar.

Keenan tertawa renyah di seberang sana. Ia bahagia bisa mendengar suara putrinya. Ia sangat merindukan hujannya setelah beberapa hari lalu ia sangat sibuk dan harus pergi meninggalkannya karena urusan pekerjaan

"Hiks, papa kapan pulang? Kenapa lama perginya? Papa sekarang dimana? Katanya papa mau pulang cepet. Kan papa udah janji ma Rain" ucap Rain sambil sesenggukan.

RENDEZVOUS Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang