Suasana pagi ini di sekolah biasa biasa aja sampai Dave, si ketua kelas bilang kalo guru matematika gak masuk karena sakit seketika kelas jadi riuh dan gaduh.
Bukan apa apa ya tapi kan kalo liat soal matematika tu kayak keinget dosa bawaannya istighfar mulu.
Dan Rain sama temen temennya juga nggk munafik kok. Soalnya biasanya kalo guru mereka masuk on time mereka juga nggk berhenti ngumpat dan ngabsen kembaran masing masing di kebun binatang.
Tapi kali ini jamkos ya jadi surga dunia lah bagi mereka. Anak anak langsung membuat kumpulan sendirin sendiri. Anak laki laki pada ngumpul di belakang kelas dan udah pegang hapenya masing masing. Mau mabar katanya.
Kalo yang perempuan pada buat lingkaran besar banget mau pada ngegibah. Termasuk gengnya Rain sih tapi bedanya anak itu membuat kumpulan sendiri dan tidak berkumpul bersama teman sekelasnya.
"Eh gue ada streaming triler film gitu lho keknya bagus deh, ayok nonton!" Ifra
"Film apaan nyet?" Rissa
"Film action si tapi sumpah beneran bagus" Ifra
"Eleh begayaan lu ngajak nonton bayar kas aja nunggak" Marsha
"Hahaha jajan aja malak si Rain iya nggk lu?" Satsha
"Eh kutil badak kayak lu nggk malakin si Rain aja, lu juga sering kali" kata Ara menyindir Satsha.
"Mampos" Rain
Asyik dengan dunianya, Rain sampai tak menyadari bahwa di ujung sana Lyann seperti tak tertarik bergabung dengan yang lain. Jika dilihat lihat Lyann tidak memiliki teman atau dia cenderung untuk tidak mau beradaptasi?
Rain menoleh kearah Lyann yang hanya mendengar musik melalui earphone-nya sambil mencorat coret bukunya.
"Eh bentar ya gue mau kesitu" pamit Rain pada teman temannya. Ia hendak menghampiri Lyann yang sendirian.
"Yoi" others
Rain menuju bangku Lyann lalu duduk di bangku kosong di depan tempat duduk Lyann. Dan perkiraan Rain benar, anak itu tidak menyadari kehadirannya karena fokus mencorat coret diatas bukunya.
Rain mengambil bolpen di tangan Lyann secepat kilat. Menyadari kehadiran Rain, Lyann tentu saja kaget dan langsung menutup bukunya. Tidak masalah bila itu sekedar buku tugas. Masalahnya Lyann baru saja menulis di buku hariannya.
"Rain kamu ngapain disini? Kamu ngagetin tau nggak" Adu Lyann yang masih gugup.
"Hehe maaf, abisnya kamu asyik sendiri sih. Btw tadi nulis apa?? " Rain
"Ohh bukan apa apa kok" ucap Lyann sambil tersenyum. Ia mencoba menyembunyikan fakta bahwa ia baru saja menulis di buku hariannya.
"Kok ngga kumpul sama yang lain?" tanya Rain
"Nggk papa lagi pengen sendiri aja" kata Lyann.
"Perasaan kalo aku lihatnya kamu sendiri terus" Rain
" itu perasaan kamu aja" Lyann.
"Emm iya kali ya??" Rain
Disisi lain ada orang yang tidak suka melihat kedekatan diantara Rain dan Lyann berulang kali ia mengumpat di dalam hati. Bagaimana bisa rivalnya dekat dengan gadis incarannya.
"Kenapa lu Jo?" tanya Nabel.
Seketika teman teman Jovan menghentikan aktivitas mabar mereka dan mendapati Jovan yang tengah panas dingin sekarang.
Kino mendekati Jovan lalu mengikuti arah pandangannya. Dan sepertinya Kino tau apa yang sedang terjadi pada Jovan. Anak itu pasti tidak suka melihat Rain dekat dengan Lyann yang merupakan rivalnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
RENDEZVOUS
Fiksi RemajaLyann hanyalah seorang anak laki laki biasa. Ia hanyalah seorang anak yang rapuh. Dibalik semua senyum yang ia pasang, semuanya tak sebanding dengan luka yang disembunyikannya. Ia tak memiliki harapan hidup selain bundanya, tapi bundanya bukan lagi...
