Pada perkembangan selanjutnya di awal abad ke-20 atas perintah Gubernur Jenderal Van Heutsz sistem pendidikan diperluas dalam bentuk sekolah desa, walaupun masih diperuntukkan terbatas bagi kalangan anak-anak bangsawan. Namun pada masa selanjutnya, sekolah ini dibuka secara luas untuk rakyat umum dengan biaya yang murah.
Dengan terbukanya kesempatan yang luas bagi masyarakat umum untuk memasuki sekolah-sekolah yang diselenggarkan secara tradisional-tradisional oleh kalangan Islam mendapat tantangan dan saingan berat, terutama karena sekolah-sekolah pemerintah Hindia Belanda dilaksanakan dan dikelola secara modern terutama dalam hal kelembagaan, kurikulum, metodologi, sarana, dan lain-lain.
Perkembangan sekolah yang demikian jauh dan merakyat menyebabkan tumbuhnya ide-ide di kalangan intelektual Islam untuk memberikan respons dan jawaban terhadap tantangan tersebut dengan tujuan untuk memajukan pendidikan Islam. Ide-ide tersebut muncul dari tokoh-tokoh yang pernah mengenyam pendidikan di timur tengah atau pendidikan Belanda. Mereka mendirikan lembaga pendidikan baik secara perorangan maupun secara kelompok/organisasi yang dinamakan Madrasah atau Sekolah.
Setelah kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, kemudian pada tanggal 3 januari 1946 di bentuklah Departemen Agama yang akan mengurus masalah keberagaman di Indonesia termasuk di dalamnya pendidikan, khususnya madarasah.
Pendidikan Islam di Masa Perubahan (1900-1908)
Pendidikan Islam menurut sistem lama, hanya terdiri dari dua tingkat saja: pengajian Qur’an dan Pengajian Kitab. Hampir seluruh pendidikan Islam di Indonesia seperti demikian keadaannya. Kemudian banyaklah pelajar-pelajar dan guru-guru agama di Indonesia, semisal di Minangkabau pergi naik haji ke Makkah, serta bermukim di sana melanjutkan pelajarannya bertahun-tahun lamanya kepada guru besar Arab.
Setelah mereka kembali ke Indonesia, mereka ajarkan Ilmu-ilmu Agama dan Bahasa Arab yang mereka pelajari di Makkah itu. Dengan jalan demikain bertambah tinggilah mutu ilmu-ilmu agama serta bertambah luas dan mendalam di seluruh Indonesia. Pada masa itu boleh dikata bahwa pelajaran agama di Indonesia sama atau hampir sama dengan di Makkah. Maka banyaklah pemuda-pemuda Islam

KAMU SEDANG MEMBACA
pola dan kebijakan pendidikan "islam"
SpiritualTongkrongan Islami - Pola dan kebijakan pendidikan Islam di Indonesia tidak dapat lepas dari apa yang diilustrasikan pada kebijakan pemerintah Belanda yang saat itu menguasai Indonesia, hal ini berawal dari dunia perdagangan.