6. Sabtu malam

382 41 2
                                        

**
Aldi dan Iqbaal sedang menunggu kepulangan papanya, dengan harapan membawa kebab dan cilok pesanan mereka.
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Dan sang papa, belum menginjakkan kakinya di rumah juga.
Padahal, Iqbaal kan ingin malam mingguan bareng papa di mall.

"Kakak, papa kemana sih?" Iqbaal yang sedari tadi bermain 'subway surf' pun, kini jengah. Dan berniat mengganggu Aldi yang sedang menonton sinetron 'anak langit'

"Kerja," jawab Aldi singkat, padat, dan tidak memuaskan.

"Iqbaal lapar, kak!"

Aldi menoleh, di dapatinya sang adik yang sedang memasang wajah memelas sembari berkedip lucu.

"Tapi kakak nggak bisa masak. Para bibi juga udah pulang, kan besok minggu."

Di mansion milik Kiki ini, memang memperkerjakan beberapa maid dan di liburkan saat hari minggu. Karena alasannya, 'minggu adalah hari untuk keluarga' begitu kata Kiki setiap di tanya kenapa tidak ada maid di mansion setiap minggu.

"Tapi Iqbaal lapar." Iqbaal memajukan bibirnya merajuk.

Sedangkan Aldi, ia menggaruk tengkuknya yang sama sekali tak gatal. Sembari berfikir tentunya.

"Kita minta makan bibi Aisyah saja, gimana?" Ide Aldi, berhasil membuat Iqbaal bersemangat dan berlari keluar menuju rumah besar samping mansion. Yaitu, rumah bibi Aisyah, istri Ari Irham, sekaligus mama dari Bastian.

"KAK BASTIAN," teriak Iqbaal tepat di depan rumah mewah itu. Setelah beberapa kali berteriak, pintu kayu itu terbuka, dengan seseorang yang menatapnya kesal.

"Berisik." Ucap seseorang berambut keribo itu. Sebut saja Bastian. Dia adalah teman sekelas Aldi. Dan anak dari bibi Aisyah yang merupakan kakak dari almarhumah mamanya.

Setelah pintu terbuka, Iqbaal menyerobot masuk. Bastian tak bisa menahannya karena pergerakan kilat Iqbaal.

"Ada apa sih Al?" Tanya bastian yang netranya masih memperhatikan pergerakan Iqbaal.

"Numpang makan," jawab Aldi yang turut mengikuti jejak sang adik.

Bastian mendengus, lalu mengekori mereka berdua.

"Al, aku punya game baru! Papaku baru membelikanku kemarin. Ayo kita bermain!" Ucapan Bastian yang menggiurkan, membuat Aldi berpaling dari adiknya. Dan dengan senang hati, mengekori Bastian memasuki kamar.

CJR famillyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang