Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
pagi ini sehun ga sempet bikin sarapan di rumah. jadinya dia ngajak seulgi buat sarapan di kampus aja. seulgi jelas ga nolak lah. orang cowok sendiri ini yang ngajak.
sebenernya sehun ga tega ceweknya makanan kantin. bukannya gimana, cuma sehun itu gamau ceweknya makan sembarangan. makanya selama ini sehun terus yang masakin seulgi. weulgi mah iya aja, lagian dia juga ga bisa masak.
baru jam 8 pagi, kantin lumayan sepi. mungkin udah banyak yang masuk kelas. kalo Sehun kelasnya nanti jam 9 baru mulai. seulgi juga sama. tapi mereka beda kelas.
"mau makan apa? minumnya?" tanya sehun.
"samain sama kamu aja makannya. minumnya aku es teh." jawab seulgi. sehun ngangguk terus beranjak dari sana buat mesen makanan mereka.
cuma bentar karena ga desek-desekkan. ada dua nasi goreng sama dua es teh di nampan yang dia bawa. seulgi senyum seneng. udah kelaperan nih dia.
"berdoa dulu sebelum makan." ucap sehun sebelum seulgi menyendokkan makanannya. gadis itu nyengir, dia selalu lupa berdoa kalo sehun nggak ngingetin.
setelah baca doa, mereka berdua mulai makan dengan khidmat. ajaran sehun kalo makan ga boleh berisik. ga sopan katanya. seulgi sebagai cewek yang penurut ya ngikutin aja.
toh, selama pacaran ini sehun nggak pernah ngajarin seulgi yang aneh-aneh. semua yang baik-baik. seulgi yang dulunya sembrono banget, sekarang mulai teratur dan jadi cewek yang lebih feminim. nggak pencilaan.
"permisi, boleh gabung nggak?" di tengah-tengah acara makan pagi mereka, tiba-tiba ada cewek dateng ke meja mereka.
sehun dongak, terus ngelirik seulgi. "Boleh nggak, gi?" sehun nanya ke seulgi.
"masih banyak meja kosong, kenapa nggak di yang lain aja?" ujar seulgi dengan nada tidak bersahabat. ia menghentikan kegiatan makannya dan menatap gadis itu.
"gue ga biasa makan sendiri. boleh ya?" ucap si gadis dengan nada memohon.
"tuh sebelah sana mbaknya gada temennya. sama dia aja gih." kata seulgi seraya menunjuk seorang perempuan berkacamata yang tidak jauh dari mereka.
gadis itu mendengus, "pelit banget sih lo. padahal kan gue udah minta baik baik!" protesnya.
"terserah gue lah. salah lo sendiri, sok-sok mau modus ke cowok gue." ucap seulgi blak-blakan. tidak peduli wajah gadis itu sudah memerah karena emosi.
"j-jaga ya mulut lo! jangan seenaknya kalo ngomong!" gadis itu berseru tak terima. seulgi memasang smirk-nya.
"udah, pagi-pagi nggak bagus ribut-ribut." ucap sehun menengahi. ditatapnya seulgi dan rea bergantian.
"cewek lo nih, mulutnya nggak bisa dijaga!" rea melirik tajam seulgi. seulgi juga membalas tatapan rea dengan tatapan yang tidak kalah tajam.
"rea!" sehun menyentak gadis itu.
sehun tidak buta dan tuli. ia lihat sendiri kalau memang Rea berniat untuk melancarkan modus padanya. dan ia tidak terima saat rea malah menyalahkan seulgi.
"ish, kok lo malah bela dia sih?" gadis itu mengerucutkan bibirnya sok menggemaskan.
"ya terus? emang lo siapa minta gue bela?"
jleb!
rea bungkam. ucapan Sehun menampar dirinya telak. ia menhentakkan kakinya kesal.
BYUR!
"AAA!" seulgi memekik saat merasakan sensasi dingin menjalar dari dadanya sampai ke pinggang dan perut.
rea langsung berlari dari sana setelah dengan kurang ajarnya menyiram seulgi dengan es teh lengkap dengan es batu. sehun mendelik kesal dan hendak mengejar rea namun sepertinya seulgi lebih membutuhkannya.
sehun menggeram rendah melihat kaos Seulgi yang menjadi tembus pandang hingga bra gadis itu menerawang. sehun dengan sigap melepas kemejanya untuk menutupi tubuh seulgi. menyisakan kaos tipis yang melekat di badan kekarnya.
"anjing, awas aja lo rea." umpat sehun.
"d-dingin, hun." seulgi mencengkeram tangan sehun. es batunya benar-benar dingin, dan rea menyiramnya tepat ke tubuhnya.
"ganti baju aja ya? kamu bawa baju ganti nggak?" tanya sehun sambil mendekap Seulgi. berharap semoga bisa sedikit menhangatkan tubuh gadisnya.
seulgi menggeleng, "lupa, ga bawa."
"ck, aku telpon joy aja ya." ujar sehun. seulgi mengangguk.
selang lima menit, joy akhirnya terlihat. gadis itu membawa paper bag yang sehun yakini berisi pakaian yang ia pesan.
"astaga, gi, kok bisa sih lo disiram sama rea?" dengan raut wajah panik joy menaruh paper bag yang ia bawa di atas meja.
"ceritanya panjang, mending sekarang lo temenin seulgi ganti baju. gue mau kasih pelajaran rea, biar ngerti." alih-alih Seulgi, malah sehun yang menyahut.
pria itu kemudian beranjak, namun seulgi mencekal tangannya. "dia cewek, hun. jangan."
"persetan dia cewek atau bukan. kalo berani macem-macem sama kamu, aku nggak bakal diem aja."
sehun kemudian melepaskan cekalan tangan seulgi dengan perlahan. lalu berlari menjauh dari sana.
"sehun!"
"hun!"
"SEHUN!"
percuma saja, sehun tidak akan mendengar suara seulgi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
satu kapel satu part ya, jangan bilang ga adil. aq santet nnti qm.g atau mungkin juga nanti bisa 2 kapel satu part, tergantung.