30. Love Is Blind

6.2K 588 30
                                        

"ris, plis berenti, lo tega sama gue?" yugyeom menatap penuh harap pada gadis yang berdiri tidak jauh darinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"ris, plis berenti, lo tega sama gue?" yugyeom menatap penuh harap pada gadis yang berdiri tidak jauh darinya.

lelaki jangkung itu terikat di sebuah kursi. jisoo yang pingsan juga diikat di sebelahnya. wajah jisoo terdapat banyak lebam yang disebabkan oleh alana.

sementara yugyeom wajahnya masih bersih. tidak ada sedikitpun lebam ataupun luka di sana. well, tujuan alana memang hanya untuk menculik jisoo bukan yugyeom.

"gue udah peringatin lo dari lama, yug. kalo kaya gini jadinya salah siapa? lo kan?" kata alana.

"lo ga pernah apa liat gue sekali aja, ris?" mata yugyeom nampak meredup binarnya.

alana tidak menjawab. kakinya bergerak mendekat ke yugyeom. ia membuka tali yang melilit tubuh cowok itu.

yugyeom mengernyit. kenapa tiba-tiba alana melepaskannya?

"pergi dari sini. gue ga ada urusan sama lo." ucap alana datar.

"ris, berhenti." setelah ikatannya lepas, yugyeom bukannya pergi malah menggenggam tangan alana erat.

"nggak bisa, yug. nggak bisa." alana menggeleng. ia melepaskan genggaman yugyeom darinya.

"apa selama ini semua yang gue lakuin ga ada harganya?" tanya yugyeom. ia mendongak, menatap wajah alana.

"jadi, selama ini lo nggak tulus ngelakuin itu?"

"bukan gitu ri––"

"pergi dari sini. gue ga mau ngelukain lo." alana mengulangi perintah awalnya. ia tidak boleh lupa kalau tujuan utamanya adalah jisoo.

yugyeom bergeming. tentu saja ia tidak sebodoh itu dan mengikuti perkataan alana. kalaupun ia keluar dan dapat membawa polisi ke sini, jisoo sudah dihabisi di sini. dan yugyeom tidak mau itu terjadi.

ia harus tetap di sini dan memastikan kalau alana tidak berbuat lebih jauh lagi pada jisoo. bukan, yugyeom melakukan ini bukan untuk alana atau jisoo ataupun taeyong. ini murni untuk dirinya sendiri.

mengapa? karena ia sendiri yang akan sakit jika melihat alana dipenjara. ia ingin alana segera menyadari kalau yang ia lakukan itu tidak benar. 

"awh ..." jisoo sadar dari pingsannya. rasa perih langsung menderanya kala menggerakan bibir. pasti sudut bibirnya robek.

"oh hai, tuan putri sudah bangun?" ucap alana dengan nada ceria. namun terdengar menyeramkan di telinga jisoo. bulu kuduknya mendadak meremang.

"risa udah!" yugyeom berdiri dan menarik alana mundur.

"gausah ikut campur! gue udah bebasin lo, harusnya lo pergi dari sini!" alana memberontak. tapi sayang cekalan yugyeom lebih kuat.

"lepasin ga?!" gadis itu terus memberontak.

yugyeom yang merasa memiliki kesempatan untuk melepaskan jisoo bergerak perlahan. alana tidak tinggal diam dan terus memberontak. ia bahkan memukul-mukul lengan yugyeom.

Pacaran ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang