"Aku menyerah, dan aku mengaku kalah. Ternyata ego-mu terlalu tinggi untuk bisa aku gapai."
- OoO -
Benar saja apa yang dikatakan oleh Anand pagi tadi, sore ini benar-benar turun hujan dan masalahnya Anggi sudah menolak payung dari abangnya itu, sekarang ia sendiri yang menanggung akibatnya.
Anggi duduk sendirian di halte dekat sekolahnya, Elin dan Fara sudah pulang duluan sebelum hujan turun tadi, Anggi pulang terlambat karena ia pergi ke perpustakaan untuk meminjam beberapa buku.
Sebenarnya ada beberapa orang yang juga duduk di halte, tapi tidak ada yang Anggi kenal, alhasil Anggi memilih untuk duduk di ujung sendirian.
Anggi mengambil handset di dalam tasnya, cuaca seperti ini lebih baik ia mendengarkan musik saja, diputarnya lagu Rinni Wulandari yang berjudul patah.
Patah...
Hatiku kau patah...
Hilang tanpa asa...
Merasa,
Kau buat hatiku patah...
Anggi memejamkan matanya, lalu menyandarkan tubuhnya pada sisi tiang halte, ia terlihat begitu meresapi lagunya.
Dari mana asalnya cinta...
Bagaimana awalnya kita...
Yang aku ingat,
Kau selalu ada...
Kini semua,
Telah sirna...🎶
Sebuah mobil berhenti tepat di depan Anggi, pengemudi mobil itu keluar dengan membawa payung ditangannya, ia menghampiri Anggi yang masih memejamkan matanya.
Merasa seseorang mendekat ke arahnya, Anggi dengan cepat membuka matanya, saat melihat orang itu ia segera melepas handset dan mematikan lagunya.
"Lo ngapain di sini?"
"Jemput lo."
"Gue gak butuh, mendingan lo pulang aja," tolak Anggi.
"Bang Anand yang nelpon gue buat jemput lo Nggie, lo sendiri pasti udah tau kalau Bang Anand lagi ada urusan."
"Kalau Bang Anand gak nyuruh, lo pasti gak di sini kan sekarang?" Sayangnya pertanyaan itu hanya Anggi ucapkan dalam hati.
"Ya gue bisa pulang sendiri," tolak Anggi untuk yang kedua kalinya.
"Sekarang hujan, nanti lo sakit."
"Gue gak sebodoh itu buat nerobos hujan Ngga, gue bisa nunggu hujan reda."
Angga mengusap wajahnya frustasi, sebenarnya ia penat seharian ini sudah menjaga Nella dan sekarang ditambah lagi sikap Anggi yang keras kepala terhadapnya.
"Lo kenapa sih?" tanya Angga tak tahan lagi dengan sikap Anggi.
"Gue gak kenapa-kenapa, gue cuma mau pulang sendiri," kekeh Anggi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Anggi & Angga (Completed)
Teen FictionSeseorang yang pernah dijatuhkan tentu tahu rasanya seperti apa? Begitu juga dengan Anggi, ia tahu, bahkan sangat-sangat tahu. Anggi pikir kisah itu akan terulang kembali, dengan dirinya dan Angga sebagai pemeran utamanya. Itu sebabnya Anggi menutup...
