"Jika dari awal tujuanmu hanya ingin bermain-main, kamu salah orang. Aku tidak suka permainan, apalagi yang menyangkut perasaan."
∆∆∆
Angga berlari di tengah teriknya matahari, ia dihukum karena lupa mengerjakan tugas sekolah, hanya tiga putaran, tapi tetap saja ini melelahkan, apalagi ditambah dengan menyengatnya sinar matahari yang membuat keringat bercucuran dipelipisnya.
Angga berhenti tepat saat putaran terakhir selesai ia lakukan, napasnya memburu karena kelelahan, ia langsung duduk di pinggiran lapangan untuk beristirahat.
"Nih."
Nella datang membawa satu botol minuman dingin yang baru saja dibelinya di kantin, kebetulan Pak Aldo, guru yang menghukum Angga sudah keluar dari kelas, jadi ia bisa leluasa untuk menghampiri Angga.
Angga mendongak, kemudian mengambil minuman itu, ia menegaknya sampai habis tak bersisa.
"Capek banget ya?" tanya Nella prihatin.
"Iya, capek banget-banget."
Nella mengulurkan tangannya ke arah pelipis Angga, lalu Angga dengan cepat mencegahnya.
"Ehh, mau ngapain?" Angga mengernyit bingung.
"Gue nggak ada tisu ataupun sapu tangan, jadi pakai tangan aja nggak apa-apa kan?" Nella tersenyum manis menatap Angga.
"Maksudnya?" bingung Angga.
Tanpa ada rasa jijik Nella langsung mengelap buliran keringat di dahi Angga dengan tangannya sendiri.
Angga terkejut dengan perlakuan Nella itu, ia segera menepis cepat tangan Nella dari dahinya.
"Loh, kenapa?" tanya Nella terhadap penolakan Angga itu.
"Gue bisa sendiri, thanks." Angga segera bangkit untuk berdiri, saat berbalik ia tak sengaja melihat Anggi yang melihat ke arah mereka dari kejauhan.
"Mau kemana?" tanya Nella saat Angga berjalan pergi.
Angga berbalik, kemudian menjawab singkat. "Nyamperin Anggi."
Nella diam, kenapa Angga bersikap seperti itu kepadanya? Niatnya kan baik, ia hanya ingin membantu Angga untuk mengelap keringatnya. Tapi Angga justru malah meninggalkannya hanya untuk menghampiri Anggi, sebenarnya apa hubungan mereka berdua?
∆∆∆
Setelah Pak Aldo keluar, beliau menyuruh Anggi dan Ghina untuk mengantarkan buku-buku yang baru saja dikumpulkan semua siswa ke mejanya.
Saat melalui lapangan, tak sengaja Anggi melihat Nella dan Angga, keduanya terlihat akrab bersama-sama.
Dan yang membuat Anggi tercengang adalah saat Nella dengan beraninya mengelap keringat Angga, entah kenapa Anggi merasa tidak suka saat melihat itu.
"Kenapa Nggie?" tanya Ghina saat melihat keterdiaman Anggi, kemudian Ghina mengarahkan pandangannya ke arah pandangan Anggi sedari tadi.
"Ohh," ucap Ghina seolah paham, setelah tahu objek yang dilihat oleh Anggi sedari tadi adalah Angga dan Nella.
"Jangan bilang lo cemburu liat mereka berdua?" tebak Ghina.
KAMU SEDANG MEMBACA
Anggi & Angga (Completed)
टीन फिक्शनSeseorang yang pernah dijatuhkan tentu tahu rasanya seperti apa? Begitu juga dengan Anggi, ia tahu, bahkan sangat-sangat tahu. Anggi pikir kisah itu akan terulang kembali, dengan dirinya dan Angga sebagai pemeran utamanya. Itu sebabnya Anggi menutup...
