Seseorang yang pernah dijatuhkan tentu tahu rasanya seperti apa? Begitu juga dengan Anggi, ia tahu, bahkan sangat-sangat tahu.
Anggi pikir kisah itu akan terulang kembali, dengan dirinya dan Angga sebagai pemeran utamanya.
Itu sebabnya Anggi menutup...
"Sikapmu menunjukkan seolah aku yang paling spesial, tapi ternyata aku hanya salah satu di antara banyak orang yang kamu perlakukan serupa."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
- OoO -
Pagi ini Anggi, Elin dan Fara berangkat sekolah bersama. Saat menginap di rumah Fara, Anggi dan Elin sudah membawa seragam dan peralatan sekolah masing-masing agar tidak harus bolak-balik lagi ke rumah.
Saat ini mereka bertiga tengah duduk di bangku yang ada di depan kelas, mereka berbincang-bincang sambil menunggu lonceng masuk berbunyi.
"Nggie," panggil Fara pelan.
Anggi menoleh, tumben sekali Fara berucap pelan seperti itu, biasanya akan heboh seperti kaleng rombeng. "Apa?" respon Anggi.
"Lo masih ada rasa gak sama Nando?"
"Kenapa? Lo masih mau ngegebet dia?" tanya Elin nge-gas.
"Santuy atuh Lin, aing teh nanya sama Anggi," jawab Fara lebay.
Elin mendengus sebal, walau begitu ia memilih untuk tak menanggapi Fara lagi.
"Rasa apa dulu nih? Stroberi? Mangga? Pisang? Apel? Atau apa?" tanya Anggi bercanda.
"Nanas, Nggie! Nanas!" kesal Fara.
Anggi dan Elin kompak menertawakan Fara yang terlihat kesal, mampus kan! Biasanya dia yang suka membuat orang lain kesal, sekarang dia yang dibuat kesal oleh orang lain.
"Gue udah gak ada rasa kok sama Jian, tapi hati gue masih sakit kalau inget kenangan pas kita deket dulu," ucap Anggi akhirnya menjawab dengan serius.
"Sesakit itu, Nggie?" tanya Elin.
"Ya lo rasain aja jadi gue, udah terlanjur baper malah ditinggalin."
"Amit-amit coy!" Elin mengetuk-ngetukkan kepalan tangannya ke kepala dan bangku yang mereka duduki secara bergantian.
"Tapi kan yang ninggalin elo," celetuk Fara.
"Iya juga sih, tapi kan gue ninggalin dia karna dia tiba-tiba punya pacar waktu itu."
"Serius nih udah gak ada rasa?" tanya Fara memastikan.
"Serius lah."
"Kenapa sih lo nanya itu mulu? Jangan bilang lo beneran mau ngegebet Nando?" Elin memicingkan matanya curiga.
"Hehe, tau aja lo." Fara nyengir tak berdosa.
"Astaghfirullah Far, lo kan udah denger cerita Anggi nih, kok masih mau sih sama cowok brengsek macam Nando?" omel Elin pelan, karena takut Nando tiba-tiba lewat dan akan tersinggung nantinya.
"Gue juga gak ngerti, tapi gue ngerasa kalau dia itu judoh gue," ucap Fara lebay.