30 | Goodbye (End)

2.3K 99 28
                                        

"Kenyataannya kisahku selalu sama, aku dan kamu selalu berakhir tanpa sempat menjadi 'kita'. Di sini, di kisah ini, hanya aku yang selalu patah."

- OoO -

Anggi pov.

Tidak terasa ya? Waktu begitu cepat berlalu, kupikir aku baru saja mengenakan seragam putih abu-abu, tapi sekarang sudah saatnya aku dan teman-teman seangkatanku harus meninggalkan seragam putih abu-abu yang menyisakan banyak kenangan pahit dan manis ini.

Oh iya, aku belum memperkenalkan diri. Hai, aku Anggika Aurelia, dan ini kisah terakhirku di masa remaja, masa sekolah menengah atas. Suatu saat aku pasti akan beranjak menuju dewasa bukan? Tak hanya aku, tapi kalian juga.

Dan sepertinya ini giliranku untuk menuju dewasa. Egois dan keras kepala, aku harus belajar untuk meninggalkan kedua sifat buruk itu, karena keegoisanku sendiri aku pernah terluka. Bukan luka goresan atau luka sayatan, tapi luka hati, tidak terlihat namun rasa sakitnya ada dan nyata.

Semakin hari aku semakin sadar, bahwa hidupku tak harus selalu tentang cinta dan cinta, ada keluarga dan juga sahabat-sahabat yang selalu menemaniku di saat aku terpuruk.

Setelah kejadian di lapangan saat Angga menyatakan perasaannya kepada Nella waktu itu, aku memang merasa sangat sangat sakit hati. Kuakui, sepertinya saat itu aku memang sudah jatuh sejatuh-jatuhnya kepada Angga, hanya saja aku terlalu keras kepala untuk mengakui semuanya. Kupikir semuanya akan baik-baik saja, dan ternyata memang baik-baik saja, yang tidak baik saat itu hanya hatiku.

Kini aku mulai menerima semuanya, aku bahagia dengan hidupku sekarang, dan mungkin Angga juga sudah bahagia bersama Nella?

Aku juga sudah tidak pernah bertegur sapa lagi dengan Angga walaupun kami masih menjadi teman sekelas, sosoknya yang berubah dingin membuatku segan untuk menyapanya terlebih dahulu. Teman-teman sekelas juga sudah berhenti mengejek aku dengan Angga, sepertinya mereka sadar dengan hubunganku dan Angga yang telah merenggang, apalagi sekarang Angga sudah berstatus sebagai pacar Nella.

Kalau kalian tanya bagaimana hubunganku dengan Nella? Semuanya masih sama seperti dulu, aku tidak sekekanakan itu sampai-sampai harus memusuhi Nella hanya karena dia berpacaran dengan Angga, Nella juga tidak terlalu sering berkumpul denganku, Elin dan Fara, Nella lebih memilih untuk mengikuti Angga dan teman-temannya.

"Nggie! Woy!" Aku menoleh saat sumber suara itu, Alessia Faradilla datang menghampiriku.

"Ngelamunin apa sih lo?"

"Enggak, gue cuma lagi mikir aja Far, pasti bakal kangen banget sama suasana SMA."

Fara menepuk bahuku pelan. "Ya gue juga," ucapnya hampir nge-gas, "Udah ah lo jangan bikin gue mellow gini, ntar make up gue luntur nih."

Aku hanya geleng-geleng kepala melihat tingkahnya yang tidak pernah berubah sedari dulu, lalu setelahnya Fara menarikku untuk mendekati temen-temen yang lainnya.

"Nggie cepetan, lo kemana si ngilang-ngilang segala?" Jerry mengomeliku saat aku dan Fara sampai, fyi, sepulang acara perpisahan sekolah, kami sekelas langsung menuju studio foto untuk mengabadikan momen terakhir kami ini, masih lengkap dengan seragam perpisahan dan kalung perpisahan yang masih menggantung di leher kami.

Walaupun hubunganku dengan Angga retak, tapi hubunganku dengan Jerry maupun Ken masih baik-baik saja, kalau kalian tanya apakah aku membenci Ken karena ulahnya yang membuat aku salah paham itu, jawabannya tidak, kenapa? Karena aku sudah memaafkannya.

"Ya maaf, gue kan gatau udah mau mulai foto-fotonya."

Setelahnya kami semua berfoto bersama, tepatnya ada dua puluh lima orang, semuanya teman sekelasku.

"Satu, dua, tiga..."

Cekrek... Cekrek... Cekrek...

Semuanya tersenyum menatap kamera, termasuk aku maupun Angga sendiri, walau kami sudah tak saling sapa lagi, tapi kami harus tetap berdamai dengan keadaan bukan? Tentu saja karena lingkungan pertemanan kami yang sama.

Di kisah ini, memang aku yang sepertinya harus selalu merasakan patah hati berkali-kali.

Di masa depan nanti, kupastikan aku akan hidup dengan bahagia, bersama dia yang sekarang masih menjadi tanda tanya?

Terimakasih sudah membaca kisahku dengan Angga, kisah kami telah usai sampai di sini, karena setelah lulus aku tidak pernah lagi bertemu dengannya.

Meskipun begitu, setiap kenangan yang pernah kulakukan dengannya akan selalu kusimpan dalam hatiku.

Melupakannya hanya perihal waktu dan juga mungkin orang baru, selamat tinggal masa remajaku.

End.

Terimakasih banyak untuk readers yang sudah bertahan sampai akhir, maaf yaa endingnya agak sedikit memaksa🙏🏻

Kalian pada mau extra part ga? Kalau mau komen di sini yaa, tapi kalau gamau ya Alhamdulillah aku ga jadi mikir lagi😂

Salam, sriiwhd.
12 September 2020

Anggi & Angga (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang